Malang (ANTARA News) - Megawati Soekarnoputri mengaku bangga namanya diabadikan menjadi nama sebuah gedung di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Jawa Timur, dekat dengan ayahnya, Ir Soekarno yang juga diabadikan menjadi nama gedung di tempat itu.

"Ini adalah suatu kebanggaan, sebab nama ayah dan anak bisa diabadikan menjadi nama gedung di sini dan saling berdekatan dalam satu kampus, yakni UIN Malang," kata presiden ke-5 RI itu, dalam peresmian gedung itu, Rabu.

Megawati yang juga menjabat Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu berharap, dengan diabadikannamanya menjadi nama sebuah gedung, bisa menginspirasi dan memberikan pelajaran bagi kaum perempuan.

"Nama gedung Megawati ini harus menjadi inspirasi bagi mahasiswa khususnya perempuan, sebab dengan adanya nama gedung dari seorang perempuan maka perempuan juga bisa jadi pemimpin," katanya saat memberi sambutan kepada mahasiswa UIN Malang.

Dikatakannya, sejak kecil dirinya mengaku mempunyai cita-cita menjadi seorang pemimpin meski perempuan. Oleh karena itu, Megawati berharap, perempuan bisa diberi peluang sama dengan laki-laki dalam pemerintahan.

Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof Imam Suprayogo mengatakan, nama Megawati dan Soekarno dipakai menjadi nama sebuah gedung dalam kampus itu, karena pihaknya sangat meneladani kedua sosok mantan presiden yang paling berjasa bagi bangsa Indonesia itu.

Imam mengaku, pihaknya sangat berterimakasih kepada Megawati, karena ketika UIN Maliki masih menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, bisa berubah menjadi universitas dan berkembang pesat atas dukungan jajaran kabinet yang dipimpin Presiden Megawati.

"Megawati memberikan kontribusi yang cukup besar kepada UIN Maliki yang awalnya dipandang sebelah mata sebagai kampus mirip SD Inpres, namun di era Megawati upaya UIN yang kala itu masih IAIN Sunan Ampel didukung menjadi universitas," ujarnya.

Imam menambahkan, penggunaan nama Megawati menjadi nama gedung di kampus UIN itu juga dikarenakan bangga, sebab Megawati merupakan presiden wanita pertama di Indonesia yang juga merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

"Kini UIN Maliki telah berkembang pesat, dan banyak mahasiswa asing yang belajar di UIN, mulai dari Yaman, Jordania, Filipina, hingga Rusia. Bahkan saat ini 26 mahasiswa asal Moskow, Rusia, menempuh pendidikan di UIN," katanya.

(T.KR-MSW/C004)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011