Jakarta (ANTARA News) - Tersangka beberapa kasus terorisme di Indonesia, Umar Patek, pada Jumat (21/10) akan menjalani rekonstruksi di Solo, Jawa Tengah.

"Besok akan dilakukan rekonstruksi ke Solo, kita tunggu saja di Solo bagaimana," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Kamis.

Pada hari ini Umar Patek menjalankan rekonstruksi di lima tempat di Denpasar, Bali yakni sebuah rumah kos di Jalan Pulau Menjangan, Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jalan Hayam Wuruk, Terminal Ubung, sebuah rumah kos di Jalan Gatot Subroto II Nomor 11 dan Jalan Legian, Kuta, Kabupaten Badung.

"Rekonstruksi berjalan lancar mulai dilaksanakan pada pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Saat ini, masih dilakukan evaluasi apakah ada perbedaan dengan hasil evaluasi," kata Anton.

Umar Patek dibawa petugas untuk menjalani rekonstruksi di lima lokasi, Kamis pagi, atau sehari setelah dipindahkan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, menuju Rutan Mako Brimob Polda Bali.

Dalam rekonstruksi itu, polisi menghadirkan lima kawan Umar Patek, yakni Ali Imron, Abdul Ghoni, Mubarok, Sawad, dan Idris. Kelimanya merupakan pelaku teroris yang sudah divonis hukuman seumur hidup.

Umar Patek ditangkap di Pakistan kemudian dideportasi ke Indonesia, karena melanggar keimigrasian.

Dia adalah buron teroris yang paling dicari di Indonesia terkait kasus Bom Bali I tahun 2002 dari Sari Club dan Paddy`s Bar, Kuta menyebabkan tewasnya 202 orang.

(S035/R021)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011