hari ini 29 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh
Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan pasien COVID-19 di provinsi itu yang berhasil sembuh bertambah menjadi 58.569 orang.

"Hari ini 29 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh berdasarkan hasil tes usap (swab) terakhir, sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 yang sembuh di Sulteng hingga saat ini berjumlah 58.569 orang," katanya di Kota Palu, Sabtu malam.

Ia menerangkan 29 pasien COVID-19 yang telah sembuh itu berada di sejumlah daerah antara lain delapan orang di Kota Palu dan Kabupaten Banggai Laut, lima orang di Banggai dan Buol, satu orang di Banggai Kepulauan, Donggala dan Morowali.

Mereka yang sudah sembuh telah diizinkan pulang, namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat agar tidak kembali terpapar.

"Sementara itu 10 orang terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini meliputi dua orang di Palu, Tojo Una-Una dan Parigi Moutong, satu orang di Banggai, Banggai Laut, Morowali Utara dan Tolitoli," ujarnya.

Baca juga: Kepala daerah se-Sulteng diinstruksikan tingkatkan 3T tangani COVID-19
Baca juga: PPNI: Tiga perawat di Sulawesi Tengah gugur selama pandemi COVID-19

Sehingga secara kumulatif, lanjutnya, sampai saat ini sudah 60.631 orang yang terpapar COVID-19. Adapun total pasien COVID-19 yang meninggal dunia sampai saat ini berjumlah 1.716 orang.

Adiman mengatakan saat ini ada 346 pasien COVID-19 yangmenjalani karantina secara mandiri, di rumah sakit maupun di pusat isolasi terpadu.

Ia meminta masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat agar kasus aktif COVID-19 terus turun sehingga kegiatan masyarakat dapat terus dilonggarkan.

Selain itu ia mengimbau masyarakat agar memperkuat kekebalan tubuh dari ancaman paparan COVID-19 dengan mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Pencegahannya dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," tambahnya.

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah dekati 5.000 kasus

Baca juga: JK: Tugas PMI lakukan 3T dan vaksinasi di masa pandemi COVID-19
Baca juga: Banyak warga Palu terpapar COVID-19 isolasi di rumah tolak sembako

 

 

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2022