Yinchuan (ANTARA News) - Muslim China terus membangun dan memperkokoh eksistensinya dengan membangun industri halal untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di China, dan ekspor ke negara-negara muslim.

"Sudah lebih dari 10.000 pabrik, restoran makanan, dan minuman yang menerima sertifikat halal," kata Ketua Komisi Makanan Halal Ningxia, Wang Shengjun, di Yinchuan, ibu kota Provinsi Ningxia, ketika menerima para wartawan Indonesia dan Malaysia, Selasa.

Selain itu, lanjut dia, Ningxia punya dua kawasan industri halal di Wuchong, salah satu kota di provinsi itu. Nilai produk halal di Ningxia mencapai 50 juta yuan atau senilai Rp70 miliar.

Ningxia adalah provinsi di China yang mendapatkan otonomi sejak 1958 karena etnis Hui identik dengan muslim yang merupakan mayoritas dari 35 etnis China lainnya yang hidup di Ningxia.

"Dari 6,3 juta warga yang tinggal di Ningxia, 2,25 juta atau 38 persen merupakan etnis Hui yang muslim, sisanya merupakan etnis Han, dan etnis China lainnya," kata Wang Shengjun.

Industri halal Ningxia terus melebarkan sayapnya ke pasar domestik, bahkan penerbangan dari Beijing ke Urumqi, atau Beijing ke Yinchuan, ibu kota Ningxia, makanan di pesawat semuanya sudah halal.

"Bukan hanya domestik, kami sudah bekerja sama dengan industri halal Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Malaysia untuk saling mengakui sertifikat halal sehingga produk kami dapat masuk ke pasar mereka. Begitu pula sebaliknya," kata Wang Shengjun.

Ketika ditanya mengapa dengan Indonesia belum, dia mengakui hubungan industri halal dengan Indonesia baru saja dijajaki. "Kami baru mulai kerja sama internasional sejak 2008. Dengan Malaysia sejak 2006. Kami sudah berkunjung ke Indonesia. Kami mau kerja sama dengan industri halal Indonesia karena Indonesia adalah penting bagi kami," kata dia.

Industri halal Ningxia sudah dilengkapi laboratorium yang paling canggih di China ditambah punya 15 pakar, 300 staf. "Biaya untuk mendapatkan sertifikat halal sangat murah, yakni cuma 3.700 yuan atau Rp5,1 juta," katanya.

Walau sudah banyak perusahaan memiliki label halal, sewaktu-waktu petugas akan datang ke pabrik dan meninjau proses produksi.

Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2011