Jakarta (ANTARA News) - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menargetkan harga jual solar hasil olahan minyak jarak sebagai pengganti bahan bakar minyak jenis solar di tingkat nelayan dan pelaku UKM maksimal Rp3.000 per liter. "Dengan harga itu setidaknya ada selisih harga yang cukup mengurangi beban nelayan dan pelaku UKM. Harga BBM jenis solar bersubdisi sekarang Rp4.300 per liter," ujar Ketua Umum Dekopin, Adi Sasono di Jakarta, Selasa. Dekopin saat ini juga mengupayakan penelitian di bidang permesinan agar koperasi nelayan dapat memproduksi minyak jarak dengan harga yang efisien. Ia menambahkan, dengan harga Rp3.000 per liter, juga akan memudahkan pengembangan energi alternatif karena masih dapat bersaing dengan harga BBM bersubsidi. Menurut mantan Menteri Koperasi di era Presiden BJ Habibie itu, untuk menekan biaya produksi minyak jarak dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya produksi, ketersediaan bibit yang baik, biaya angkut minimal dan mesin produksi yang efisien. "Dekopin dan PT Perkebunan Nasional (PN) XII di Jember tengah mengupayakan pengadaan 40 juta batang stek bibit jarak pagar. Sekaligus untuk menjaga stabilnya harga bibit di kisaran Rp500 per batang," katanya. Di Pekalongan, Jawa Tengah, saat ini tengah dibangun pabrik bio diesel untuk memenuhi kebutuhan nelayan akan BBM yang mencapai sekitar 2.500 ton per bulan. Adi Sasono mengharapkan pabrik tersebut dapat diresmikan bertepatan dengan peringatan HUT Koperasi pada 12 Juli. Sementara itu Ketua Puskud Mina Baruna Jawa Tengah, Riyantho Chadiri di Pekalongan mengatakan bahwa sektor perikanan di Jawa Tengah terancam lumpuh jika pemerintah tidak segera mengeluarkan keputusan agar kapal di atas 30 GT mendapatkan subsidi solar, mengingat harga tangkapan ikan saat ini belum sebanding dengan kenaikkan solar. "Akibat naiknya harga solar itu, saat ini banyak nelayan yang enggan melaut sehingga apabila hal ini terus dibiarkan bisa dimungkinkan sektor perikanan akan lumpuh," ujarnya. Menurut dia, pasca kenaikkan harga BBM, hasil 22 TPI se- Jateng pada Oktober hingga Desember 2005 mampu menghasilkan 37.575.580 kg hasil laut senilai Rp.161,772 miliar atau turun dibanding periode yang sama pada 2004 yang mampu mencapai 62.975.186 kg dengan nilai Rp.196,550 miliar.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2006