Jakarta, 9/12 (ANTARA) - Pelaku wirausaha perikanan diharapkan mampu membentuk dan meningkatkan nilai tawar produk perikanan Indonesia yang kuat di pasar dunia terutama dalam menghadapi tantangan persaingan global yang semakin kuat. Disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam Temu Bisnis Alumni Pendidikan Kelautan dan Perikanan hari ini (9/12) di Jakarta. Sharif mengatakan, terbentuknya komunitas wirausaha yang terdidik akan membentuk jejaring bisnis perikanan yang solid karena dari komunitas yang berlatar belakang serupa berpotensi menjadi kelompok yang memainkan peran penting serta mempelopori perubahan. "Pelaku wirausaha yang mampu mempelopori perubahan atau agent of change dipastikan akan dapat menjalankan kegiatan usaha dengan melakukan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan yang bijaksana, sehingga tidak hanya bermanfaat secara ekonomi tapi juga bagi lingkungan", ujarnya.

     Lebih lanjut Sharif mengungkapkan bahwa pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan saat ini hanya memperhatikan aspek ekonominya namun kurang memperhatikan aspek lingkungan. Padahal dengan memperhatikan aspek lingkungan secara langsung dapat bermanfaat secara ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. "Komunitas pelaku wirausaha diharapkan memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan usahanya yakni secara bijaksana, cerdas, berwawasan lingkungan, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan sehingga dapat memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujarnya. Ia menambahkan, salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting terkait dengan hal tersebut di atas adalah para pelaku usaha perikanan itu sendiri.

     Sebanyak 250 orang pengusaha sukses yang merupakan alumni lembaga pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan hadir pada acara ini. Mereka adalah alumni Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, Akademi Perikanan (AP) Sidoarjo, AP Bitung, AP Sorong, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPM-N) Ladong Aceh, SUPM-N Pariaman, SUPM-N Tegal, SUPM-N Kota Agung, SUPM-N Pontianak, SUPM-N Bone, SUPM-N Waeheru Ambon, SUPM-N Sorong. Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja mengatakan, kegiatan temu bisnis ini dilakukan untuk meningkatkan akses bagi lulusan pendidikan kelautan dan perikanan ke dunia usaha dan industri. Sjarief berharap, dengan diselenggarakannya temu bisnis ini, maka akan tercipta sinergitas antara pemerintah dan pengusaha dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat serta dapat menciptakan tersedianya lapangan pekerjaan dan kesempatan berwirausaha di bidang kelautan dan perikanan.

     Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0811836967)

Pewarta: Adityawarman
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2011