Jember (ANTARA News) - Atap ruang kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Al-Hikmah di Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ambruk sehingga puluhan siswa harus belajar di mushalla dan rumah penduduk setempat, Selasa.

Kepala MI Islamiyah Al-Hikmah, Mastur, mengatakan, ambruknya atap ruang kelas tersebut terjadi pada Senin (19/12) sore dan reruntuhan atap menimpa seorang siswa yang sedang mengikuti les tambahan di sekolah tersebut.

"Memang seluruh siswa saat itu sudah pulang, namun sebagian siswa masih mengikuti pelajaran tambahan di ruang kelas itu. Alhamdulillah siswa yang terkena reruntuhan atap hanya mengalami luka ringan," tuturnya.

Menurut dia, bangunan MI tersebut dibangun sekitar tahun 80-an dan belum mendapatkan perbaikan sama sekali, sehingga sejumlah tiang penyangga yang sudah tua dan atap ruang kelas mudah ambruk. Sekolah tersebut mempumnyai lima unit kelas, yakni berukuran 4 X 5 meter sebanyak tiga unit dan dua unit lainnya berukuran 4 X 6 meter.

"Ruang itu tidak bisa ditempati lagi, sehingga hari ini sebagian siswa harus berlajar lesehan di rumah warga dan musala di sekitar sekolah," paparnya.

Meski salah satu ruang kelas rusak, lanjut dia, proses kegiatan belajar di MI Islamiyah Al-Hikmah harus berjalan dan tidak boleh terhenti, sehingga siswa terpaksa belajar di tempat darurat.

"Jumlah siswa di MI Islamiyah sebanyak 83 orang dan mereka tetap terlihat semangat untuk belajar, meski dalam keadaan yang darurat," katanya menjelaskan.

Selama sebulan terakhir ini, tercatat sebanyak tiga sekolah di Kabupaten Jember ambruk dan menimpa siswa yakni SDN Gebang III di Kecamatan Patrang, SDN Ampel II di Kecamatan Wuluhan, dan terakhir MI Islamiyah di Kecamatan Balung.

Data di Dinas Pendidikan Jember tercatat sebanyak 624 ruang kelas sekolah dasar (SD) yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dalam kondisi rusak.

Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Jember, Jumari, mengatakan pihak Dispendik belum bisa memperbaiki ratusan sekolah yang rusak itu tahun ini, meski sebanyak 624 ruang kelas sudah mendapat dana perbaikan dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2011.

"Perbaikan ruang kelas dengan DAK tahun 2011 tidak bisa digunakan karena petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penggunaan DAK dari pemerintah pusat terlambat turun ke daerah, sehingga ratusan ruang kelas yang rusak akan diperbaiki tahun depan," katanya menjelaskan.

(ANT-070/F002)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011