Panggung politik Indonesia kehilangan moral kerakyatan

Panggung politik Indonesia kehilangan moral kerakyatan

Ilustrasi unjukrasa mahasiswa melakukan protes terhadap perilaku korup yang menjalar di kalangan penguasa. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Semarang (ANTARA News) - Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga John Titaley mengatakan, panggung politik Indonesia beberapa waktu terakhir telah kehilangan moral amanat dan proteksi kerakyatannya.

"Terungkapnya sejumlah kasus korupsi yang melibatkan penyelenggara negara, hampir di tiap lini, mengundang sejumlah pertanyaan," kata John usai bertemu pengurus Persatuan Wartawan Indonesia cabang Jawa Tengah, di Semarang, Rabu.

Menurut dia, pertanyaan mendasar yang muncul dari fenomena tersebut yakni sejauh mana itikad moral para penyelenggara negara itu.

Ia menegaskan, moral ke-Indonesia-an diperlukan ketika penyelenggara negara dilanda degradasi moral dalam memangku perikehidupan bernegara.

Kondisi lain yang terjadi, lanjut dia, banyak praktisi hukum yang kehilangan moralitas keadilan dan kesetaraan, aktivis pendidikan kehilangan karakter, perilaku ekonomi mengabaikan prinsip pencapaian kesejahteraan bersama, dan sebagainya.

Ia menuturkan, dalam kondisi-kondisi itu, perlu dipertanyakan pula keberadaan para cendekiawan, tokoh masyarakat, ulama serta insan pers.

"Tugas utama mereka antara lain menjaga moralitas hidup berbangsa dan bernegara, sehingga sudah selayaknya tidak berdiam diri saat moral bangsa ini mengalami keterpurukan," katanya.

Berbagai kondisi yang diungkapkan John Titaley tersebut akan diangkat dalam seminar nasional bertajuk Peran Media dalam Mengawal Revitalisasi Moral Keindonesiaan yang digelar bersama PWI Jawa Tengah.

Sejumlah narasumber yang akan hadir dalam seminar di kampus UKSW Salatiga, 15 Februari 2012, antara lain budayawan Ahmad Syafi`i Maarif, pengamat politik Letnan Jenderal (Purn) Kiki Syahnakri, Ketua Umum PWI Margiono, serta pembicara kunci Menteri Komunikasi dan Infromatika Tifatul Sembiring. (ANT)



Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2012

57,2 persen masyarakat memilih datang ke TPS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar