FPRB didorong BNPB optimalkan edukasi penanganan bencana di NTT

FPRB didorong BNPB optimalkan edukasi penanganan bencana di NTT

Forum Penanggulangan Risiko Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Musyawarah Daerah III di Kupang, Kamis (23/4/2022). (FOTO ANTARA/Benny Jahang)

BNPB pertama kali mendapatkan referensi pembentukan FPRB setelah terbentuknya FPRB di NTT, sehingga keberadaan FPRB saat ini sudah terbentuk di 34 provinsi di Indonesia
Kupang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk lebih optimal membantu pemerintah dalam melakukan edukasi penanganan berbagai bencana alam yang terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

" FPRB sudah terbentuk di semua provinsi sehingga diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana alam, termasuk FPRB di NTT agar terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana alam," kata Analisis Kebijakan Ahli Muda, Ketua Tim Pentahelix BNPB, IIs Yulianti dalam kegiatan musyawarah III Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis.

Ia mengatakan BNPB pertama kali mendapatkan referensi pembentukan FPRB setelah terbentuknya FPRB di NTT, sehingga keberadaan FPRB saat ini sudah terbentuk di 34 provinsi di Indonesia.

FPRB, kata dia, memiliki peran yang sangat strategis dalam hal pendekatan kebijakan untuk melakukan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat tentang upaya penanggulangan bencana alam yang berbasis penanggulangan risiko bencana.

"FPRB bisa mengawal dan mengedukasi berbagai program penanggulangan risiko bencana yang dilakukan bersama pemerintah," katanya.

IIs Yulianti mengatakan menjadi perhatian dari BNPB untuk memberikan dukungan anggaran bagi FPRB karena hampir semua FPRB yang telah terbentuk banyak tidak aktif karena minim anggaran dalam melakukan kegiatan.

Sementara itu Asisten II Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ganef Wurgyanto mengatakan peran FPRB sangat dibutuhan dalam penanggulangan bencana alam di NTT.

"Kami berharap FPRB terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pengurangan risiko bencana bagi masyarakat NTT sebagai antisipasi dini dalam kebencanaan," katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Musda III FPRB Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aris Oematan mengatakan kegiatan musda ini sekaligus untuk menghimpun berbagai pihak yang menjadi potensi dalam upaya pengurangan risiko bencana terutama kelompok Pentahelix yang sangat strategis dalam penanggulangan bencana alam.

"Semua pihak harus dilibatkan dalam berbagai upaya penanganan bencana sehingga menjadi lebih optimal," katanya.


Baca juga: BNPB apresiasi kreatifitas unsur pentaheliks melalui Tangguh Awards

Baca juga: Kurangi risiko bencana, Forum PRB Manggarai Barat dibentuk BPBD NTT

Baca juga: "Kolaborasi pentahelix" Forum PRB wujud penanggulangan bencana di NTB

Baca juga: Konsepsi NTB kembangkan model pengelolaan resiko bencana antardesa

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar