Paris (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kekecewaannya kepada timpalannya dari Iran Ebrahim Raisi atas tiadanya kemajuan dalam pembicaraan perjanjian nuklir 2015, kata Istana Elysee dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (23/7).

Pada Juni, Iran pada hakikatnya menyingkirkan semua peralatan pemantauan badan tersebut, yang dipasang di bawah kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara kuat di dunia.

Pemimpin Prancis itu mendesak Raisi untuk membuat "pilihan yang jelas" untuk mencapai kesepakatan dan kembali ke implementasi komitmen Iran berdasarkan perjanjian nuklir 2015, kata Istana Elysee.

Macron mengatakan dia yakin bahwa hasil kesepakatan dan implementasi komitmen Iran masih mungkin, tetapi itu harus dilakukan "sesegera mungkin," kata kepresidenan Prancis itu.

Macron juga mendesak pembebasan empat warga Prancis yang katanya "ditahan secara sewenang-wenang" di Iran.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2022