Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri, Ardiansyah Parman mengatakan stok gula nasional cukup dan pada awal Mei 2006 masih akan ada surplus sebesar 14 ribu ton. "Dihitung dari posisi stok, setelah dikurangi konsumsi dan ditambah produksi giling selama April yang sebesar 55 ribu ton, maka posisi awal Mei masih ada surplus 14 ribu ton," katanya, di Jakarta, Kamis. Untuk pengamanan, lanjut dia, Menteri Pertanian sebagai Ketua Dewan Gula Indonesia telah meminta kepada produsen gula rafinasi untuk melakukan operasi pasar sekitar 25 ribu ton. "Itu sesuai surat Mendag pada produsen termasuk produsen gula rafinai yang meminta kesiapan mereka untuk operasi pasar hingga 31 Mei 2006," katanya. Menurut dia, musim giling pabrik gula tahun ini dimulai lebih cepat pada April sehingga kebutuhan gula dalam Mei 2006 akan dipasok dari dalam negeri. "Ada beberapa daerah yang harga gula mencapai Rp6.300 per kg dan kami meminta produsen gula rafinasi untuk mengecek dan melakukan operasi pasar agar harga tidak semakin naik," katanya. Beberapa daerah yang diketahui harga gula mencapai Rp6.300 per kg antara lain Sumatera Utara, NAD, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau. "Kami juga telah mengirimkan surat pada para Importir Terdaftar untuk juga memperhatikan daerah yang harga gulanya melampaui Rp6.200 per kg," katanya. Sementara itu, mengenai izin impor gula tambahan belum juga diputuskan. Total realisasi dari seluruh izin impor yang mencapai 300 ribu ton, kata Ardiansyah, diperkirakan mencapai 220 ribu ton. "Bulog sampai dengan hari ini belum ada realisasi namun rencananya dalam waktu dekat akan masuk 7.000 ton," katanya.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2006