Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade di Kalimantan Utara menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mengembangkan energi hijau.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo beberapa kali menyebut proyek Kayan Cascade akan menjadi proyek monumental bagi Indonesia dalam transformasi energi.

"Proyek ini menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), dan bagian dari tugas Kantor Staf Presiden adalah mengawal PSN tersebut. Bentuk kerja sama ini tidak sekadar tanda tangan saja, tapi setelah ini harus segera bekerja," kata Moeldoko dalam peluncuran kerja sama PT Kayan Hydro Energy (KHE) dan Sumitomo Corporation di Jakarta, Kamis.

Pembangunan PLTA Kayan Cascade itu, lanjut Moeldoko, menjadi sangat strategis karena terletak di kawasan perbatasan. Sehingga, proyek pembangunan PLTA itu diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di kawasan terdepan Indonesia.

Baca juga: Moeldoko sebut PLTA Sungai Kayan dukung listrik calon ibu kota baru

Dia menjelaskan proyek PLTA itu memerlukan waktu penyelesaian cukup lama karena semua pihak, baik Pemerintah maupun swasta, harus memastikan upaya pembangunannya sesuai dengan ketentuan konservasi lingkungan dan tidak merusak kawasan hutan.

PLTA Kayan Cascade memanfaatkan sumber daya air di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, yang terdiri atas lima bendungan dengan masing-masing memiliki lima hingga enam unit turbin pembangkit.

Listrik yang dihasilkan dari PLTA Kayan Cascade dapat mencapai hingga 9.000 megawatt dan akan digunakan untuk memenuhi kawasan industri hijau di Kalimantan Utara dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Selain itu, PLTA Kayan juga akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Pulau Kalimantan.

Baca juga: KSP: PLTA Sungai Kayan pacu pencapaian target bauran EBT pada 2025
Baca juga: Jokowi optimistis RI jadi penghasil produk hijau kompetitif global


Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2022