Manila (ANTARA) - Sebanyak 72 orang meninggal akibat Nalgae, badai tropis yang menyebabkan banjir dan longsor di provinsi-provinsi Filipina bagian selatan, kata badan penanganan bencana negara itu, Sabtu.

Provinsi Maguindanao tercatat paling parah terkena dampak badai tersebut dan 67 orang di wilayah itu menjadi korban jiwa, kata juru bicara badan tersebut, Bernardo Rafelito Alejandro, kepada stasiun radio DZMM.

Di antara korban yang meninggal, dua orang tercatat di Sultan Kudarat dan dua lainnya di South Cotabato, kata Alejandro.

Selain itu, ujarnya, 33 orang terluka dan 14 orang hilang.

Badan tropis itu, yang memiliki kecepatan maksimum 95 kilometer per jam dan embusan hingga 160 kilometer per jam, tiba di provinsi sebelah timur, Catanduanes, pada Sabtu dini hari.

Pada Jumat (28/10), tim-tim pencarian dan penyelamatan mengangkat sejumlah jenazah dari air dan lumpur pekat setelah Nalgae menimbulkan banjir dan longsor.

Filipina setiap tahun rata-rata dilanda 20 badai tropis.

Sumber: Reuters

Baca juga: Banjir dan longsor di Filipina tewaskan sedikitnya 31 orang
Baca juga: Kota di Filipina biasa alami banjir, tukang ojek modifikasi kendaraan

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2022