Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Dr. H. Jihaduddin M.Pd mengatakan narasi ilusi khilafah sebagai solusi segala permasalahan bangsa, merupakan hasil dari kekeliruan atas sempitnya pola pikir dan pengetahuan.

"Kenapa yang diangkat hanya soal itu itu saja? Karena mereka hanya melihat dari sisi, bagaimana sebuah pemerintahan itu semestinya memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Dia menganggap yang bisa mensejahterakan itu saat ini hanya dengan konsep khilafah, padahal tidak seperti itu," ujar Jihad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, penerapan sistem kekhilafahan menurutnya bukanlah solusi mutlak sebagaimana yang dipromosikan termasuk dalam hal ekonomi. Namun, dirinya menganggap ada cara lain yang bisa diaplikasikan dalam masyarakat untuk menyelamatkan bangsa dari berbagai problem kebangsaan.

"Tentunya dengan konsep Islam yang rahmatan lil alamin yang saling mendukung. Kalau semuanya saling memahami dan menolong tentunya nggak mungkin akan terjadi juga (dampak resesi)," tutur Jihad.

Jihad menjelaskan, prinsipnya ketika semua umat menyadari betul bahwa fungsi agama adalah untuk menyelesaikan berbagai masalah, maka diyakini kondisi kebangsaan akan baik-baik saja.

Baca juga: KH Khariri: Waspadai narasi khilafah di konflik Palestina

Baca juga: LPOI: Khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan


Selain itu, juga umat meyakini dengan baik ajaran agama dan keyakinannya, tidak setengah-setengah sehingga dalam Islam, pemahaman konsep Islam rahmatan lil alamin itulah yang perlu dipelajari dan diperdalam.

"Saya melihat dari hampir 150 pemuka agama dunia di acara Religion Forum (Forum Agama) atau R20 di rangkaian G20 di Bali kemarin, mereka meyakini bahwa fungsi agama adalah untuk menyelesaikan masalah apa pun. Bukan untuk menjadikan konflik. Saya kira semuanya akan baik-baik saja," ujar Kiai Jihad yang hadir di Forum tersebut mewakili ormas Islam PBMA ini.

Wakil Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Banten ini kembali menegaskan bahwa khilafah bukan solusi untuk problem kebangsaan, namun pemerintahan bersih dan masyarakat yang menyadari dengan baik sejarah pembentukan bangsa ini merupakan kunci dalam menghadapi berbagai permasalahan.

Baca juga: BPET MUI: Khilafah tak perlu lagi diwacanakan di Indonesia

"Jadi saya sepakat bahwa bukan persoalannya khilafahnya, tapi pemerintah manapun kalau dia sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, kesepakatan bangsa yang berlaku, saya kira semuanya akan baik dan bisa diatasi," ujar Jihad.

Jihad menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sudah tidak begitu tertarik dengan isu khilafah karena masyarakat telah bosan dan kian enggan menanggapi narasi-narasi liar khilafah yang terus-menerus bergulir di setiap kesempatan.

"Kalau menurut saya, sekarang masyarakat sudah tidak minat dengan narasi seperti itu. Masyarakat sudah terbiasa. Kalaupun penyebar narasi saya rasa tidak akan pernah berhenti. Tetapi masyarakat sudah biasa saja menanggapi nya," imbuhnya.

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2022