Parlemen Swiss usul cabut larangan ekspor ulang senjata ke Ukraina

Parlemen Swiss usul cabut larangan ekspor ulang senjata ke Ukraina

Arsip foto - Tentara Ukraina membongkar rudal anti-tank Javelin, yang dikirim dengan pesawat sebagai bagian dari paket dukungan militer AS untuk Ukraina, di Bandara Internasional Boryspil di luar Kiev, Ukraina, 10 Februari 2022. ANTARA/Reuters/Valentyn Ogirenko/as.

Jenewa (ANTARA) - Sebuah komisi parlemen Swiss pada Selasa mengusulkan pencabutan larangan ekspor ulang yang tidak memungkinkan amunisi yang diproduksi negara itu untuk diekspor ulang dari negara lain ke Ukraina.

Usulan komisi tersebut dimajukan dengan 14 suara dukungan dan 11 menolak, dan akan membutuhkan persetujuan dari parlemen Swiss.

"Mayoritas komisi berpendapat bahwa Swiss harus berkontribusi terhadap keamanan Eropa, termasuk memberikan lebih banyak bantuan ke Ukraina," kata komite parlemen Swiss dalam sebuah rilis pers pada Selasa malam.

Swiss sebelumnya menolak permohonan dari Jerman untuk mengizinkannya mengekspor ulang amunisi buatan Swiss ke Ukraina.

Baca juga: NATO: Pengiriman senjata ke Ukraina cara menuju negosiasi damai

Swiss mengatakan bahwa langkah tersebut akan melanggar sikapnya sebagai negara netral.

Namun, tekanan terhadap Bern terus meningkat untuk meninjau kembali kebijakan tersebut, termasuk di Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang diselenggarakannya di Davos pekan lalu.

Komisi parlemen Swiss itu menambahkan dalam pernyataannya bahwa usulannya tidak melanggar aturan netralitas Swiss karena senjata tersebut akan dikirim melalui negara lain dan tidak langsung ke zona konflik.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kremlin: pengiriman senjata berat ke Ukraina tak akan ubah situasi

Baca juga: Rusia ingatkan lagi "bencana global" susul pasokan senjata ke Ukraina

Penerjemah: Katriana
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar