"Adanya ternak sapi yang ditabrak kereta api karena melintas diharapkan dapat menjadi perhatian bersama pengelola kereta api,"
Maros (ANTARA) - Masyarakat di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meminta pengamanan lintasan rel kereta api menyusul terdapat ternak sapi yang tertabrak kereta api.

"Adanya ternak sapi yang ditabrak kereta api karena melintas diharapkan dapat menjadi perhatian bersama pengelola kereta api," kata Tokoh Masyarakat Kabupaten Maros A Suardi di Kabupaten Maros, Selasa.

Dia mengatakan, kasus yang terjadi saat ini hendaknya tidak berulang lagi dengan adanya pihak yang dapat mengawasi perlintasan di rel kereta api demi keamanan dan kebaikan bersama.

Menurut dia, ada tempat-tempat strategis hendaknya terdapat penjagaan yang relatif ketat agar tidak ada orang atau pun ternak yang melintas pada saat kereta api menuju jalur tersebut.

"Pada jalur yang terdapat banyak ternak, harusnya ada pos khusus untuk penjagaan. Semoga ke depan ini dapat diadakan," katanya.

Karena itu, lanjut dia, sekaligus pihak Dinas Perhubungan dan juga pengelola kereta api untuk dapat mengambil kebijakan untuk melindungi masyarakat maupun ternaknya agar terhindar dari kecelakaan kereta api.

Hal senada dikemukakan warga Lingkungan Macoa, Kelurahan Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Muh Arif.

"Ternak warga Macoa terlindas kereta api ini, semoga tidak ada lagi kejadian serupa melalui adanya pos pengawasan dari pihak pengelola kereta api," ujarnya.

Seekor sapi yang menjadi korban dari kereta api sudah disaksikan langsung oleh petugas kepolisian dan dinas perhubungan setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkan kejadian tersebut.

Laporan tersebut akan menjadi acuan untuk rencana tindak-lanjut, termasuk membuat kebijakan yang melindungi semua pihak.
 
Suasana ternak sapi yang dikandang untuk menghindari ke lokasi lintasan kereta api di Kabupaten Maros, Sulsel. Antara/ Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2023