kita ingin agar calon mitra kita berkeyakinan bahwa kita memiliki sistem produksi, supply chain dan distribusi yang bagus agar dapat berkembang dan bisa menjadi basis produksi dan basis untuk ekspor
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan Indonesia akan menunjukkan keunggulan industri makanan dan minuman (mamin) dalam pameran teknologi industri Hannover Messe 2023.

“Dalam melakukan kerja sama, kita ingin agar calon mitra kita berkeyakinan bahwa kita memiliki sistem produksi, supply chain dan distribusi yang bagus agar dapat berkembang dan bisa menjadi basis produksi dan basis untuk ekspor,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Putu menilai Indonesia memiliki keunggulan luar biasa karena memiliki base load (modal dasar) untuk industri mamin karena memiliki sumber daya potensial untuk dikembangkan. Terlebih, Indonesia merupakan bagian dari ASEAN.

Industri mamin di Indonesia juga disebutnya telah menerapkan digitalisasi dan otomatisasi yang sejalan dengan Industry 4.0.

Ia pun menilai keikutsertaan di Hannover Messe 2023 akan mendukung upaya pemerintah menjamin kualitas produk mamin Indonesia diproduksi secara baik dan konsisten.

“Saya yakin kita dapat partner dan menjalin kerja sama dengan perusahaan, industri, lembaga pemasaran, dan distributor Eropa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Putu menjelaskan dalam pameran Hannover Messe 2023, Kemenperin akan menampilkan booth tematik kolaboratif industri agro yang terdiri dari booth Gapmmi (Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia) yang menceritakan penerapan Industry 4.0 di sektor industri makanan dan minuman dari sisi hulu (inbound material), produksi, warehouse/outbond logistic, distribusi, hingga research & development.

Tidak hanya itu, ada pula booth kolaboratif industri susu, pengolahan kopi dan kakao, juga booth inovasi alga, porang, kelor dan tepung, industri pulp dan kertas serta industri sawit.

“Untuk susu, kita akan tunjukkan bahwa kita mulai melakukan digitalisasi di peternakan mulai dari gathering station hingga pengolahan susu. Kita berharap Eropa bisa melakukan investasi di industri baik peternakan maupun untuk penyediaan bahan baku susu kita yang sebagian besar masih dipenuhi pasar impor,” katanya.

Putu juga menyebut Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan karena memiliki lahan luas untuk peternakan yang bisa dimanfaatkan utamanya di NTB, NTT dan Sulawesi.

Selain itu ada potensi di Sumatera dan Kalimantan untuk mengombinasikan sawit dan peternakan sapi serta susu.

“Ini potensi besar, sekarang hampir 80 persen bahan baku susu masih impor. Kalau bisa buka kesempatan investasi di daerah tersebut akan bagus untuk membuka lapangan pekerjaan dari sisi on farm maupun pengolahan susunya,” katanya.


Baca juga: Kemenperin: Digitalisasi kunci industri mamin terapkan keberlanjutan
Baca juga: Hannover Messe 2023 dinilai buka gerbang investasi teknologi industri
Baca juga: Kemenperin: Industri mamin tumbuh 3,57 persen kuartal III 2022

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2023