Banjarmasin (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) lintas Kalimantan terus memperkuat koordinasi dengan Malaysia guna mencegah penyelundupan narkoba yang rawan masuk melalui jalur perbatasan negara.

"Setiap minggu kita selalu rapat secara virtual untuk membahas perkembangan terkini soal jaringan pengedar internasional yang menjadikan Kalimantan sebagai sasaran pasarnya," kata Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Wisnu Andayana di Banjarmasin, Selasa.

Diakui dia, Kalimantan Selatan saat ini menjadi salah satu pasar bagi jaringan pengedar lantaran cukup tingginya angka penyalahguna narkoba khususnya jenis sabu-sabu.

Wisnu menyebut sektor pertambangan paling rawan terjadi penyalahgunaan narkoba lantaran dipercaya sebagai pemacu stamina oleh para pekerjanya.

Adapun pintu masuk penyelundupan dari jaringan internasional kerap terungkap dari Malaysia yang masuk melalui perbatasan di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Untuk Kalimantan Utara, jalurnya masuk ke Kalimantan Timur hingga tujuan akhir di Kalsel, sedangkan Kalimantan Barat masuknya melalui jalur darat ke Kalimantan Tengah sebelum ke Kalsel.

Oleh karena itu, kata Wisnu, pentingnya kerja sama dan sinergi semua aparat penegak hukum baik BNN maupun Polri untuk mengungkap penyelundulan narkoba dari kawasan negara di Asia Tenggara (ASEAN) yang menjadikan Indonesia sebagai pasarnya.

"Kami optimis dengan semakin ketatnya penjagaan pintu perbatasan maka upaya penyelundupan juga telah banyak digagalkan," ujarnya.

Pewarta: Firman
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2023