Istanbul (ANTARA News) - Pemerintah Turki mencabut pelarangan peredaran ribuan judul buku, dari buku-buku komunis sampai komik, yang sudah diterapkan selama beberapa dasawarsa.

Juli lalu, parlemen mengadopsi rancangan Undang-Undang yang menyatakan bahwa keputusan apapun yang diambil sebelum 2012 untuk memblokir penjualan dan distribusi karya tidak akan berlaku jika pengadilan tidak mengonfirmasi kembali keputusan tersebut dalam waktu enam bulan.

Batas waktu itu berlaku pada Sabtu dan tidak ada keputusan pengadilan seperti itu yang dibuat, kata kepala serikat penerbit Turki TYB, Metin Celal Zeynioglu.

Menurut Jaksa Kota Kursat Kayral, semua larangan yang diperintahkan oleh (pengadilan di Ibu Kota) Ankara akan dicabut pada 5 Januari 2013.

Kayral telah mengumumkan bulan lalu bahwa ia akan membiarkan berlalu setiap larangan dalam wilayah yurisdiksi, sebuah keputusan yang akan mencabut pelarangan sekitar 453 buku dan 645 majalah di daerah itu saja.

Di antara buku-buku yang dilarang peredarannya adalah beberapa karya komunis seperti "Manifesto Komunis" yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, serta tulisan karya tiran Soviet, Joseph Stalin dan pemimpin revolusioner Rusia Vladimir Lenin.

Buku yang lain mencakup komik, atlas, sebuah laporan tentang keadaan perlindungan hak hak manusia di Turki dan sebuah esai tentang Kurdi.

Tapi buku-buku di bawah yurisdiksi Kayral itu hanyalah sebagian kecil dari semua judul buku yang berada dalam daftar terlarang, yang totalnya mencapai 23 ribu menurut Zeynioglu, yang mengaku mengetahui jumlah itu dari kementerian kehakiman.

Kementerian Kehakiman tidak segera mengkonfirmasikan jumlah total buku yang dilarang sehingga jumlah yang disebutkan oleh Zeynioglu sulit untuk dibuktikan akurasinya.

"Larangan ini tidak diimplementasikan secara terpusat, mereka dibuat oleh lembaga yang berbeda di kota yang berbeda pada waktu yang berbeda," katanya.

"Selain itu, sebagian besar telah dilupakan selama bertahun-tahun dan penerbit telah kembali mencetak buku yang dilarang. "

Sebagai contoh, karya lengkap penyair Turki, Nazim Hikmet, yang meninggal di pengasingan di Moskow pada tahun 1963, sudah beredar di perpustakaan selama bertahun-tahun meskipun dilarangan peredarannya.

Namun beberapa pihak skeptis akan adanya perubahan sejari di Turki. "Pola pikir tidak berubah dan orang-orang (dalam pemerintahan) akan terus melakukan apa yang mereka anggap benar, " kata Omer Faruk, mantan kepala rumah penerbitan Ayrinti.

Ia mencontohkan sebagai contoh nasib salah satu bukunya yaitu "Filosofi di Kamar Tidur" karya penulis Prancis, Marquis de Sade. Buku yang dianggap tidak bermoral dan dilarang peredarannya itu tetap disita meski Mahkamah Agung membatalkan keputusan pelarangan edar.

(G003)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013