Polisi aniaya warga diduga "gank motor"

Polisi aniaya  warga diduga  "gank motor"

Ilustrasi Stop Geng Motor (grafis)

... Kepala Polres Palu, AKBP Ahmad Ramadhan, minta maaf... "
Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) - Sejumlah anggota Polres Palu diduga menganiaya warga yang mereka anggap anggota gerombolan pengendara sepeda motor atau biasa disebut gank motor, di Jalan Raden Saleh, Minggu dini hari.

Camat Mantikulore, Muhammad Sabil, kepada wartawan, mengatakan, sejumlah polisi dari unit Patroli Motor tiba-tiba memukuli warga yang sedang berkerumun di pinggir jalan.

Sabil mengatakan kerumunan warga itu untuk menggalakkan ronda malam karena sehari sebelumnya terdapat penikaman warga setempat oleh anggota gerombolan pengendara sepeda motor.

"Namun tanpa bertanya-tanya dulu, polisi langsung main pukul sehingga mengakibatkan sejumlah orang terluka," katanya.

Bahkan, anak kandung Sabil menjadi salah satu korban karena dipukuli polisi.

Ditanya apakah Sabil akan menuntut polisi untuk bertanggungjawab, dia mengaku akan melihat kondisi luka anaknya. "Saya lihat dululah apakah lukanya parah atau tidak," kata Sabil.

Menanggapi itu, Kepala Polres Palu, AKBP Ahmad Ramadhan, minta maaf kepada para korban dan akan bertanggungjawab mengenai hal itu.

Polisi saat ini tengah sibuk memberantas aksi gerombolan pesepeda motor yang semakin meresahkan warga. "Mungkin saat itu, petugas menduga kerumunan warga itu dikira gank motor," katanya.

Dalam sepekan terakhir terdapat 10 korban kekerasan gerombolan pengendara sepeda motor di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini. Para korban rata-rata terkena busur panah telah mendapat perawatan medis.

(R026)

Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Jembatan ambruk, seorang pengendara motor hanyut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar