Ini merupakan upaya kita untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang dan bisa memperluas pasar, bukan hanya di dalam negeri tapi juga ke luar negeri
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Wali Kota Malang Sutiaji memperkenalkan sejumlah produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dalam keterangan yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, Sutiaji mengatakan bahwa dalam kunjungan ke Beijing tersebut, merupakan momentum untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Kota Malang yang memiliki kualitas terbaik.

"Ini merupakan upaya kita untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang dan bisa memperluas pasar, bukan hanya di dalam negeri tapi juga ke luar negeri," kata Sutiaji.

Dalam kesempatan itu, sejumlah produk UMKM Kota Malang yang diperkenalkan kepada perwakilan Indonesia di China tersebut antara lain adalah sejumlah aksesoris buatan Eva Unique Accessories dan D'Sil Handmade.

Kemudian, daster Malangan buatan Red Tulip, Marsalia Embrodiery, dan Heny Dasterqu, serta batik Malangan buatan Soendari Batik. Upaya untuk memperkenalkan produk UMKM Kota Malang tersebut sejalan dengan program yang digagas pemerintah daerah.

"Ini sejalan dengan tagline, Dari Malang untuk Indonesia dan Dunia," kata Sutiaji.

Produk buatan Eva Unique Accessories, lanjutnya, memiliki keunggulan yakni memanfaatkan barang-barang tidak terpakai di sekitar tempat tinggal yang kemudian mampu diolah menjadi karya unik dan berkelas.

Eva Unique Accesories juga telah berkolaborasi dengan desainer ternama, salah satunya adalah Anne Avantie sejak Indonesia Fashion Week 2018. Kerja sama itu berlanjut dan produk tersebut sudah mulai merambah pasar internasional seperti Dubai, Rusia, Belanda, hingga Afrika.

Sementara produk buatan D'Sil Handmade berupa kipas dan notebook merupakan buah dari ketekunan hobi sosok dibalik usaha itu, Lilis Indriawati. Seluruh produk yang dibuatnya, diproduksi dengan tangan. Produk itu masuk ke pasar kedutaan besar negara asing di Jakarta.

Sementara untuk produk daster Malangan dari Red Tulip, Marsalia Embrodiery dan Heny Dasterqu memiliki keunggulan yang kaya motif untuk menarik minat konsumen. Daster tersebut diproduksi dengan tangan dan menggunakan bahan katun terbaik.

Untuk produk batik buatan Soendari Batik, memiliki keunggulan dimana pada rumah produksi tersebut memiliki peran dalam pelestarian batik di Kota Malang. Selain menjual produk batik, Soendari Batik juga memberikan kursus bagi masyarakat yang ingin belajar membatik.

Wali Kota Malang saat ini tengah melakukan kunjungan ke Beijing, yang merupakan merupakan undangan dari Kedutaan Besar Indonesia untuk China. Rombongan tersebut, juga akan memamerkan produk UMKM Kota Malang pada Indonesia Fair 2023 pada 10 Juni 2023.

Selain mempromosikan produk-produk buatan UMKM Kota Malang, pemerintah daerah juga akan memperkenalkan budaya yang ada di kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut, dalam upaya untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Kota Malang.

Baca juga: Pemkot perkenalkan produk UMKM Kota Malang ke pasar China

Baca juga: MenkopUKM minta anak muda perkuat pemasaran produk UMKM


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2023