Ambon (ANTARA News) - Sedikitnya lima rumah, toko swalayan, dan warung kopi yang terletak di belakang kantor Gubernur Maluku, di Jalan Wiem Reawaru, Kota Ambon, terbakar, Jumat malam.

Antara yang memantau di lokasi kejadian melaporkan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.30 WIT dari salah satu bangunan yang dijadikan butik pakaian khas Maluku.

Sejumlah warga yang saat itu berada di sekitar lokasi, mengatakan, awal kebakaran bermula dari bunyi ledakan dari bangunan berdinding kayu yang dijadikan butik pakaian khas Maluku, yang letaknya berada di bagian belakang toko swalayan Zsa-Zha.

"Dinding bangunan terbuat dari papan dan melekat dengan bangunan toko swalayan, sehingga api kemudian merembet dan membesar serta membakar bagian dalam toko swalayan," ujar beberapa warga.

Tiga mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Ambon yang tiba di lokasi sekitar 15 menit, terlihat tidak sigap untuk bertindak memadamkan api, sehingga akhirnya api merembet dam menghanguskan rumah milik Keluarga Limon yang berada di belakang dua bangunan tersebut.

"Saat mobil pemadam pertama tiba di lokasi saya langsung meminta petugas untuk menyemprot bagian belakang butik agar api tidak merembet ke rumah saya, tetapi mereka tidak sigap sehingga rumah saya juga ikut terbakar," ujar Dione Limon, pemilik rumah yang ikut terbakar.

Butik serta toko swalayan tersebut juga milik keluarga Limon, di mana tidak satu pun barang yang ada pada dua unit usaha tersebut maupun rumahnya yang bisa diselamatkan.

Petugas pemadam kebakaran juga terlihat tidak berani mendekat ke bangunan rumah yang terbakar karena tidak melengkapi diri dengan pakaian memadai layaknya seorang petugas pemadam kebakaran.

Warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi akhirnya membantu memegang selang air dan memasuki lokasi untuk memadamkan api yang terlanjur telah membesar.

Ketidak sigapan aparat pemadam kebakaran semakin terlihat karena tidak menyemprot bangunan warung kopi yang terbuat dari papan dengan atap rumbia, guna mengantisipasi api merembet.

Warung kopi tersebut pun akhirnya terbakar dan api semakin membesar sehingga akhirnya membakar satu unit kios dan warung makan serta rumah milik mantan Ketua Sinode, Pendeta Radjawane yang letaknya berdempetan dengan warung kopi tersebut.

Kendati sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Ambon dikerahkan, namun karena ketidak sigapan petugas pemadam, api sulit dikendalikan, hingga menghanguskan seluruh bangunan tersebut.

Warung kopi Sariwangi yang letaknya di bagian tengah lokasi kebakaran malah rata dengan tanah.

Masih untung warga bertindak cepat dengan merobohkan atap yang menyambung ke beberapa bangunan sekitar diantaranya toko roti Sarinda warung kopi Senang Hati, apotik serta kantor salah satu notaris dan biro perjalanan, sehingga luput dari amukan si jago merah.

Sejumlah warga juga menyesalkan tidak berfungsinya hidran pemadam kebakaran pada lokasi kantor Gubernur Maluku yang terletak sekitar lima meter dari lokasi kebekaran.

"Bayangkan dua hidran yang ada tidak berfungsi, padahal jika berfungsi saat kejadian pasti kebakaran dapat segera teratasi," ujar sejumlah warga.

Beberapa petugas Satuan Polisa Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang piket mengakui, hidran tidak bisa difungsikan, karena petugas yang memegang kunci keran hidran tidak berada di tempat.

Sekretaris Kota Ambon, Anthony Latuheru yang turun ke lokasi kejadian, tidak berani memberikan keterangan untuk menyikapi kebakaran tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar karena harus mengumpulkan laporan dari staf yang diterjunkan ke lapangan maupun saksi mata, guna mengungkap penyebab kebakaran," katanya.
(KR-JA/Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013