Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan hasil survei menunjukkan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memiliki potensi untuk terpilih menjadi gubernur Jawa Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

"Potensi Gibran untuk menjadi Jateng 1 sangatlah besar, sehingga sayang untuk dilewatkan atau dikorbankan demi menjadi wakil presiden atau gubernur DKI," kata Adi Prayitno dalam rilis survei "Peta Politik Terkini Pilkada Jawa Tengah 2024 Pasca Ganjar Pranowo", seperti dipantau dari Jakarta, Kamis.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa popularitas Gibran menempati posisi tertinggi dengan 77 persen responden mengetahui Gibran, dibandingkan dengan eks wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin sebesar 48,3 persen dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sekaligus eks wali kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi sebanyak 37,9 persen.

Baca juga: Charta Politika: Gibran Rakabuming unggul survei Pilkada Jateng

Gibran juga menempati posisi tertinggi dalam tingkat kesukaan tokoh dengan persentase 71,6 persen. Hasil survei itu juga menunjukkan elektabilitas Gibran menjadi gubernur Jawa Tengah menempati posisi tertinggi dalam berbagai simulasi, baik simulasi terbuka, simulasi tertutup, simulasi tertutup dengan skenario 11 tokoh, simulasi tertutup dengan skenario tiga tokoh, maupun simulasi tertutup dengan dua tokoh.

Oleh karena itu, menurut Adi Prayitno, sangat disayangkan apabila potensi Gibran untuk menjadi gubernur Jawa Tengah itu dilewatkan demi menjadi wakil presiden atau gubernur DKI Jakarta yang peluangnya tidak sebesar menjadi gubernur Jawa Tengah.

"Dari sisi elektabilitas, tidak bisa dibantah bahwa Gibran Rakabuming Raka sementara ini hampir mustahil untuk dikalahkan," ujarnya.

Pengambilan data survei Parameter Politik Indonesia itu dilakukan pada 2-11 Juni 2023, dengan melibatkan 800 responden di 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Batas kesalahan (margin of error) survei itu kurang lebih 3,5 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Polstat: Gibran jadi nama kejutan bursa cawapres

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2023