Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil berharap para jajaran pimpinan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dapat semaksimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada para pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing unit eselon I yang sangat beragam dan memiliki dampak luas ke masyarakat.

“Saya yakin teman-teman Kemenkeu semua tahu bahwa yang kita inginkan adalah Kemenkeu yang melayani. Ini akan menjadi salah satu pemikiran ke depan," ungkap Suahasil dalam Dialog Executive Training 2023, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Suahasil menuturkan pelayanan merupakan hal penting lantaran merupakan salah satu dari lima nilai Kemenkeu yang terdiri dari integritas, profesionalisme, sinergi, kesempurnaan, serta pelayanan. Pelayanan berkaitan dengan pemangku kepentingan.

Apalagi, saat ini terdapat empat tantangan global yang perlu terus diwaspadai, salah satunya yaitu pandemi yang memiliki kemungkinan akan terulang di masa mendatang.

Menurut dia, pandemi COVID-19 memberikan pelajaran agar Kemenkeu harus siap dengan kondisi yang terburuk, meski ke depannya pandemi yang akan dihadapi bukan berupa COVID-19.

Adapun tantangan global selanjutnya yakni teknologi digital yang terus berkembang dengan sangat cepat, pergerakan geopolitik yang sangat mempengaruhi dunia, serta isu perubahan iklim yang mengharuskan transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau.

Transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Dengan berupaya membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih hijau, Indonesia akan mampu mencapai visi negara dengan lima besar produk domestik bruto (PDB) dunia di tahun 2030.

“Jadi tantangan kita ke depan adalah empat hal ini. Kesiapsiagaan kepada pandemi, geopolitik yang akan terus berubah, digitalisasi yang tidak bisa kita bendung, dan arah menuju ekonomi yang harus menjadi lebih hijau,” katanya menyimpulkan.

Dialog Executive Training 2023 diselenggarakan secara tatap muka pada tanggal 19-22 Juni 2023 terhadap 34 peserta, yaitu para Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemenkeu.

Kegiatan tersebut bertujuan agar seluruh jajaran di lingkungan Kemenkeu, khususnya para pimpinan, bisa memiliki kompetensi hardskill dan softskill untuk dapat bersaing dan mengikuti perkembangan zaman.

Baca juga: Sri Mulyani minta Kemenkeu akselerasi transformasi pelayanan publik

Baca juga: Sri Mulyani janji perbaiki sistem pelayanan di Kemenkeu

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2023