konsep desa wisata sebagai upaya pembangunan pariwisata berkelanjutan
Batam (ANTARA) - Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ADWI) memberikan pembekalan materi kepada pengelola desa wisata sebagai upaya meningkatkan kualitas desa wisata di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Ketua Umum ADWI Andi Yuwono menjelaskan desa wisata merupakan sebuah kawasan yang memiliki aktifitas kepariwisataan berbasis masyarakat (community based tourism) terletak di wilayah administratif desa.

"Potensi desa wisata dikenal dengan keramahtamahannya, biaya yang terjangkau untuk wisatawan, kaya akan khazanah budaya dan keindahan alam," kata Andi dalam keterangan yang diterima di Batam, Selasa.

Ia menyampaikan desa wisata bertujuan untuk menciptakan ekonomi baru, menekan angka urbanisasi dan menjaga ekosistem pedesaan.

"Konsep desa wisata sebagai upaya pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah diterima secara sosial, dimana upaya-upaya pembangunan yang dilaksanakan memperhatikan nilai-nilai norma serta adat dan tradisional di lingkungan masyarakat," ujar dia.

Baca juga: Pulau Penyengat Kepri 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023
Baca juga: Pemkab Natuna latih 40 wakil kelola desa wisata


Lebih lanjut Andi menyampaikan proses pembangunan yang dilaksanakan secara teknis dapat diterapkan secara efisien dengan memanfaatkan sumber daya lokal serta dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat setempat.

“Pembangunan desa wisata harus layak secara ekonomi, dapat memberikan nilai-nilai manfaat ekonomi yang berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar dia.

Menurutnya, pembangunan desa wisata dimulai dari perencanaan, identifikasi potensi daya tarik wisata, sapta pesona, pembentukan kelembagaan pariwisata, penyusunan rencana kerja, dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan kegiatan ini sebagai motivasi kepada pelaku atau pekerja pariwisata untuk mengembangkan destinasi wisatanya.

"Melalui kegiatan ini diharapkan bisa mendorong adanya homestay dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Batam," kata Ardi.

Menurut dia, seorang pengelola desa wisata harus memahami Sapta Pesona yaitu konsep masyarakat sadar wisata sebagai tuan rumah destinasi dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif, yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui tujuh unsur yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

"Jangan bicara profit dulu, tetapi apa yang kita siapkan. Bagaimana mengelola pariwisata yang baik karena kita adalah pelaku pariwisata," tegas Ardi.

Setelah memahami tentang Sapta Pesona harus diterapkan di tempat wisata tersebut dan juga dipromosikan lewat media sosial.

"Misalnya kita harus menjaga kebersihan, memberikan rasa nyaman, wisata yang indah ada tanaman-tanamannya, ramah kepada wisatawan, sehingga memberikan kenangan kepada pengunjung untuk datang kembali," demikian Ardi.

Baca juga: Desa Wisata Kemenparekraf ciptakan peluang kerja bagi 1,7 juta orang
Baca juga: Menparekraf jadikan desa wisata di Bintan sebagai percontohan
Baca juga: Kemenparekraf perkuat peran masyarakat kembangkan potensi desa wisata


Pewarta: Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2023