Kami sudah melihat pasar bergerak untuk mengantisipasi laporan inflasi AS yang lebih lemah.
Singapura (ANTARA) - Dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke level terendah dua bulan terhadap mata uang utama lainnya di awal sesi Asia pada Rabu, menjelang pembacaan inflasi utama AS.

Sementara poundsterling naik ke level tertinggi 15 bulan di tengah ekspektasi Bank Sentral Inggris ( BoE) harus melangkah lebih jauh dalam menaikkan suku bunga.

Data inflasi AS akan dirilis pada Rabu, dengan ekspektasi harga konsumen inti naik 5,0 persen secara tahunan pada Juni. Angka-angka tersebut juga akan memberikan kejelasan lebih lanjut tentang kemajuan Federal Reserve dalam perjuangannya melawan inflasi.

Menjelang rilis, dolar AS turun ke level terendah dua bulan di 101,45 terhadap sekeranjang mata uang, memperpanjang penurunannya dari awal pekan setelah pejabat Fed mengatakan bank sentral mendekati akhir dari siklus pengetatan kebijakan moneter saat ini. .

Euro naik 0,07 persen menjadi 1,1018 dolar AS, mendekati level tertinggi dua bulan pada Selasa (11/7) di 1,1027 dolar AS.

"Kami sudah melihat pasar bergerak untuk mengantisipasi laporan inflasi AS yang lebih lemah," kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index. "Itu berisiko reaksi 'beli rumor, jual fakta' jika angka-angka itu muncul di sekitar harapan," katanya pula.

Di tempat lain, sterling memuncak pada level tertinggi 15 bulan di 1,2940 dolar AS di awal perdagangan Asia, didukung oleh taruhan bahwa BoE harus memperketat kebijakan moneter lebih lanjut untuk menjinakkan inflasi Inggris yang berjalan pada tingkat tertinggi daripada ekonomi utama mana pun.

Data yang keluar pada Selasa (11/7) menunjukkan bahwa ukuran utama dari upah Inggris naik pada laju tercepat dalam catatan karena pendapatan dasar dalam tiga bulan hingga Mei melonjak 7,3 persen, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 7,1 persen.

"(BoE) akan memegang kendali mengikuti angka ketenagakerjaan dan upah terbaru, karena kemungkinan memaksa mereka untuk menaikkan 50 basis poin (bps) lagi pada pertemuan berikutnya dan memiliki suku bunga terminal di atas 6,0 persen," kata Simpson.

Pasar saat ini memperkirakan indikasi sekitar 140 basis poin kenaikan suku bunga dari BoE.

Yen Jepang menguat melewati level 140 per dolar pada Rabu untuk mencapai puncaknya pada level tertinggi satu bulan di 139,54 per dolar, menarik beberapa dukungan dari ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang (BoJ) dapat mengubah kebijakan kontrol kurva imbal hasil (YCC) yang kontroversial di pertemuan mendatang bulan ini.

"Meskipun kebijakan yang stabil tampaknya menjadi hasil yang paling mungkin untuk pertemuan kebijakan Juli, secara luas diperkirakan akan membawa perkiraan inflasi yang lebih baik dan pasar akan terus berharap bahwa BoJ dapat menawarkan beberapa sinyal kapan YCC dapat disesuaikan," kata Jane Foley, Kepala Strategi Valas di Rabobank.

"Spekulasi kemungkinan perubahan dapat memungkinkan (yen) mendapat beberapa dukungan menjelang pertemuan BoJ bulan ini," kata dia.

Dalam mata uang lain, dolar Selandia Baru naik 0,34 persen menjadi 0,6219 dolar AS menjelang keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) pada Rabu sore, meskipun diharapkan bank sentral akan mempertahankan suku bunga.

"Sementara kami terus melihat keseimbangan risiko condong ke arah RBNZ yang pada akhirnya harus berbuat lebih banyak, hal itu diperkirakan tidak akan terjadi hari ini," kata Susan Kilsby, seorang ekonom pertanian di ANZ.

Aussie naik 0,39 persen menjadi 0,6713 dolar AS.
Baca juga: Dolar naik, Powell tak kesampingkan kenaikan suku bunga berturut-turut
Baca juga: Dolar melemah jelang rilis data inflasi utama Amerika Serikat

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2023