Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyebut program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang mereka bangun sejak 2003 sebagai diplomasi budaya untuk jangka panjang.

"Jadi, diplomasi ini sebenarnya untuk jangka panjang. Investasi yang kita bangun melalui hubungan baik, pengenalan budaya Indonesia kepada generasi Indonesia, tentunya ditujukan untuk jangka panjang," kata Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah dalam pengarahan media terkait BSBI dan Indonesia Channel 2023, di Jakarta, Rabu.

Faizasyah menjelaskan bahwa BSBI merupakan program pemberian beasiswa kepada para pemuda dari mancanegara yang tertarik untuk mempelajari seni dan budaya Indonesia.

"Jadi, BSBI merupakan flagship program sosial budaya Kemlu melalui pemberian beasiswa kepada anak-anak muda dari berbagai negara, yang intinya mereka didekatkan dengan seni budaya Indonesia, sehingga mereka bisa mengambil pengalaman terbaik dalam kehidupan masyarakat Indonesia di berbagai lokasi di Tanah Air," katanya.

Melalui program tersebut, Kemlu RI berharap para peserta yang telah menyelesaikan program dapat menjadi duta untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di negara masing-masing.

"Jadi, harapan kami adalah setelah mereka mendapatkan pengalaman berharga selama dua bulan di Tanah Air dan mendalami kesenian dan lain-lain, saat kembali ke Tanah Air (masing-masing) mereka bisa menjadi perwakilan Indonesia di negara mereka," kata Faizasyah lebih lanjut.
Baca juga: Peserta BSBI diharapkan bantu promosi pariwisata Banyuwangi

Selain itu, program tersebut juga diharapkan bisa memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat dari negara lain di seluruh dunia, sehingga keduanya bisa memberikan pengaruh yang baik terhadap satu sama lain.

"Melalui investasi hubungan antara masyarakat ini, kami berharap ada pengaruh yang baik, yang positif, yang mereka bawa kembali ke Tanah Air masing-masing," tambah Faizasyah.

Lebih lanjut, Faizasyah menjelaskan bahwa dalam program BSBI tahun ini, terdapat lima sanggar yang menjadi mitra Kemlu RI dalam memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada 45 peserta dari 32 negara.

Kelima sanggar tersebut antara lain adalah Sanggar Seni Gubang Art Community Kutai Kartanegara, Sanggar Seni Semarandana Bali, Sanggar Langlang Buana Banyuwangi, Sanggar Ayodya Pala DKI Jakarta, dan Sanggar Tari dan Musik Syofyani Padang.
Baca juga: KBRI Lisabon promosikan budaya Indonesia lewat kuliner di Portugal

Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI Yusron B. Ambary juga menambahkan bahwa program BSBI memberi banyak manfaat bagi Indonesia, terutama dalam diplomasi budaya Indonesia.

"Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari kepesertaan anak-anak muda dari berbagai belahan dunia," kata dia.

Setelah mengikuti program dan kembali ke negara masing-masing, para peserta mancanegara tersebut banyak membantu perwakilan Indonesia di luar negeri dalam mempromosikan berbagai kegiatan seni dan budaya Indonesia di negara mereka.
Baca juga: Wamenparekraf: Batik berperan sebagai alat diplomasi budaya

"Jadi kalau kita cek perwakilan kita (di luar negeri), rata-rata peserta dalam berbagai program budaya (Indonesia di luar negeri) itu mereka berasal dari peserta (program) BSBI," kata Yusron.

Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa sejak dimulainya program BSBI pada 2003, saat ini telah ada sekitar 1.024 alumni dari 83 negara.

Ia berharap para alumni tersebut akan menjadi perwakilan Indonesia di berbagai belahan dunia dan terus mempromosikan seni dan budaya Indonesia.

Baca juga: Indonesia dinilai sukses pimpin diplomasi budaya untuk bumi lestari

Pewarta: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2023