Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan-perusahaan BUMN perlu melakukan ekspansi dengan fokus pada beberapa sektor strategis mulai dari energi dan pertambangan, perkebunan, telekomunikasi hingga transportasi.

Erick menyampaikan, BUMN sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia turut berperan aktif di kancah regional maupun global. Melalui kerja sama dan ekspansi bisnis BUMN ke level global, BUMN bergerak aktif dalam mencari dan memanfaatkan peluang, khususnya di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

"BUMN merupakan poros, baik dalam ekonomi maupun pembangunan di Indonesia. Adanya peran aktif BUMN dalam tingkat ASEAN-Indo Pacific diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi nasional serta menjadi wujud konkret kerja sama bisnis antar negara anggota," ujar Erick melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Di wilayah ASEAN, BUMN memiliki beberapa proyek kerja sama yang tengah berjalan dengan negara-negara tetangga. Singapura tercatat sebagai negara ASEAN yang memiliki banyak kerja sama dengan Indonesia.

Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi di Singapura telah berkontribusi dalam pengintegrasian IndiHome ke Telkomsel yang memiliki dampak positif peningkatan inklusi digital melalui penyediaan konektivitas yang lebih luas dan merata di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peta jalan Telkom untuk menjadi yang terdepan di pasar B2B (business-to-business) dengan fokus pada penyediaan layanan digitalisasi pada ceruk pasar perusahaan dan lembaga, sementara Telkomsel akan fokus pada bisnis B2C (business-to-customer). Dengan integrasi ini, kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 persen, sementara Singtel menjadi 30,1 persen.

Kemitraan Indonesia dengan Singapura melalui Singtel juga tercatat pada pembangunan Data Center di Batam. Ini sejalan dengan proyeksi kebutuhan data center di Batam yang meningkat tajam dalam 10 tahun ke depan (2022-2031).

Selain itu, Indonesia tengah menjajaki kerjasama potensial dengan Singapura di sektor pariwisata (kapal pesiar) dan kepelabuhanan dengan melibatkan PT Pelindo (Persero), khususnya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan kapal pesiar ke beberapa titik di Indonesia serta peluang kolaborasi terkait pengembangan dan pengoperasian marina di Benoa.

Di bidang Energi Baru dan Terbarukan, Indonesia dan Singapura telah menandatangani MoU Bilateral pada tanggal 16 Maret 2023 terkait pengembangan industri manufaktur energi terbarukan, termasuk panel surya dan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS).

Selain Singapura, BUMN juga menjalin kerjasama di Malaysia. Demi memenuhi kebutuhan energi nasional dan menjaga pasokan migas dari sisi hulu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani perjanjian jual beli dengan Shell untuk pengambilalihan hak partisipasi (PI) sebesar 35 persen di Blok Masela.

Sementara itu, di Filipina, Adhi Karya berkolaborasi dengan PTPP sedang menggarap proyek North-South Commuter Railway senilai 531 juta dolar AS bekerjasama dengan Departemen Transportasi.

Erick mengatakan, kerja sama yang telah dilakukan ini merupakan bukti kepercayaan dari mitra baik lokal maupun global. Hal ini tidak lepas dari perbaikan-perbaikan tata kelola perusahaan, mendorong inovasi dan memperkuat manajemen keuangan.

"Transformasi membuat perusahaan-perusahaan BUMN lebih siap untuk berkompetisi di level internasional. Hasilnya, kita sudah melihat perkembangan konkret pada BUMN-BUMN. Mereka jadi lebih tangguh, lebih produktif dan lebih siap untuk berkompetisi di panggung global," kata Erick.

Dalam rangka meningkatkan dialog dan kerja sama antar negara-negara ASEAN dan Indo-Pacific yang berkontribusi pada 65 persen pertumbuhan ekonomi dunia, akan diselenggarakan ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF): Implementation of the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sebagai flagship event KTT ke-43 ASEAN.

Digelar bersamaan dengan KTT ke-43 ASEAN dan KTT Asia Timur, AIPF akan berlangsung pada 5-6 September 2023 di Jakarta.

AIPF diharapkan dapat menjadi platform inklusif bagi sektor publik, BUMN, dan swasta dari negara anggota ASEAN dan mitra untuk terlibat dalam diskusi yang konstruktif, mengidentifikasi potensi proyek yang nyata, dan menghasilkan kerja sama yang konkret dalam mempromosikan kolaborasi di Indo-Pasifik.


Baca juga: Kerja sama ASEAN dongkrak sektor strategis sejahterakan masyarakat

Baca juga: Menteri BUMN dorong pengembangan proyek strategis di Lampung

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2023