Jakarta (ANTARA News) - Ingin tahu formula yang sempurna untuk meningkatkan pengikut Twitter Anda? Pastikan kicauan (tweet) Anda menggembirakan, menarik, dan tidak menggunakan terlalu banyak hashtag.

Hal ini berdasarkan temuan dari sebuah penelitian Institut Teknologi Georgia  seperti dilansir Dailymail, Jumat.

Penelitian ini menemukan bahwa pengguna Twitter yang mengirimkan pesan positif, mudah dibaca dan berisi berita ataupun informasi faktual lainnya, mendapatkan pengikut 30 kali lebih banyak daripada tweet yang isinya marah-marah serta egois.

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa kunci meraih pengikut adalah jadi follower seleb atau membuat seleb  jadi follower anda.

Kunci meraih follower dalam penelitian terdahulu juga adalah  frekuensi dan waktu tweet.

Tapi temuan ini menunjukkan bahwa isi tweet ternyata lebih penting.

Peneliti dari Institut Teknologi Georgia di Atlanta mempelajari setengah juta tweet yang diposting oleh lebih dari 500 pengguna Twitter selama periode 15 bulan.

Mereka membuat daftar istilah emotif sebanyak 2.800 yang menunjukkan tweet positif atau negatif.

Ini termasuk penggunaan akronim, seperti LOL (laugh out loud), emoticon, slang dan kata-kata makian.

Setiap istilah kemudian diberi skor pada skala positif.

Pengguna Twitter memperoleh atau kehilangan follower setelah menggunakan istilah tersebut.

Setelah tweet dinilai positif, pengguna dibagi menjadi dua kelompok: 'informan' Twitter - mereka yang berbagi konten informasi dan 'meformers' - pengguna yang berbagi informasi tentang diri mereka sendiri.

Para peneliti menemukan bahwa 'meformers' kurang populer dibandingkan mereka yang retweeted berita dan informasi faktual bersama dan link.

Bahkan, 'informan' menarik pengikut pada tingkat 30 kali lebih tinggi dari 'meformers'.

Faktor penting lainnya dalam meningkatkan jumlah follower Twitter adalah bagaimana pengguna  terlibat dengan orang lain, berapa banyak hashtags dan cara agar tweet mereka dapat dibaca.


Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013