Hidup hemat adalah suatu keharusan
Yangon (ANTARA News) - Kantor Presiden Myanmar telah membentuk Komite Pusat Siaga Bencana Alam Nasional terdiri 23 anggota sebagai tindak lanjut segera setelah kemungkinan serangan badai topan dahsyat Mahasen pada 48 jam ke depan.

Menurut pengumuman kantor kepresidenan yang diterbitkan Rabu, panitia dibentuk dengan Wakil Presiden Kedua sebagai Ketua melibatkan sekitar 19 menteri, yang ditujukan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kesiapan dan keamanan terhadap kemungkinan bahaya bencana alam di negara ini, dan memastikan risiko cepat serta respon efektif pada saat keadaan darurat, kata pengumuman.

Komite ini bertugas untuk menyiapkan kebijakan dan arahan untuk penggunaan kekuatan dalam negeri dalam menghadapi bencana alam yang diperlukan, serta merumuskan prinsip-prinsip dasar untuk menarik bantuan internasional.

Komite ini juga mengawasi pekerjaan bantuan pasca bencana.

Kantor Presiden juga membentuk Komite Pelaksana Kerja Siaga Bencana Nasional terdiri sembilan anggota dengan Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman sebagai ketuanya.

Menurut pengamatan pada Selasa sore, badai topan Mahasen berada di atas Barat-tengah Teluk Benggala yang berpusat di sekitar 816 kilometer sebelah barat daya Sittway, 832 kilometer sebelah barat daya Pathein, 832 kilometer sebelah barat daya Kyaukphyu dan 384 kilometer sebelah tenggara Vishakhapatnam (India).

Kode kini pada tahap oranye, saat topan badai bergerak ke timur laut Mahasen dengan kecepatan angin maksimum diperkirakan 96 kilometer per jam di dekat pusat siklon.

Badai ini cenderung bergerak silang antara bagian utara Negara Bagian Rakhine Myanmar dan pesisir Bangladesh pada Kamis malam.

Persiapan menghadapi badai yang parah mungkin telah berlangsung di wilayah pesisir Rakhine dengan peringatan badai dikeluarkan di seluruh kota, lingkungan dan desa-desa menjelang bencana datang.

Ribuan warga yang berada di sepanjang pantai Rakhine, terutama Sittway, ibu kota negara, telah dievakuasi ke bukit-bukit pada Senin malam sementara itu dilakukan peringatan berulangkali mengenai datangnya badai selama beberapa hari terakhir.

Pelayaran di wilayah pesisir telah ditangguhkan saat ini oleh pemerintah setempat.

Sementara itu, Presiden U Thein Sein menyerukan tindakan pencegahan dan bantuan tanpa diskriminasi ras dan agama.

"Hidup hemat adalah suatu keharusan," tegasnya.

Wakil Presiden U Nyan Tun, Ketua Komite Pusat Siaga Bencana Alam Nasional, telah ditugaskan untuk memimpin tim administrasi berbasis di wilayah negara bagian Rakhine mulai Selasa untuk melakukan pengawasan ketat terhadap bencana yang mungkin terjadi.

Sementara itu, pihak militer mengaku telah menempatkan beberapa pesawat, helikopter, kapal, dan kendaraan-kendaraan siaga di bawah komando pada kasus dalam keadaan darurat.

Tim medis dan tim pendukung lainnya pun telah dibentuk.
(AK)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013