Kapuas Hulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memperkuat kerja sama dengan 17 mitra pembangunan untuk berkolaborasi dalam menyamakan dan memperkuat program pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.

"Untuk memperkuat kerja sama kolaborasi itu kami telah menandatangani nota kesepakatan atau MoU," kata Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, usai menandatangani memorandum of understanding (MoU) bersama 17 mitra pembangunan, di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat.

Ia bilang, tujuan penandatanganan nota kesepakatan itu untuk memperkuat sinergisitas program pembangunan sesuai kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kapuas Hulu yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kapuas Hulu.

Diketahui, 17 mitra pembangunan itu bergerak untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kapuas Hulu di antaranya organisasi dan lembaga seperti LSM dunia dan juga sejumlah organisasi kemasyarakatan adat dan lingkungan hidup.

"Kita perlu punya sinergisitas program dalam pembangunan berkelanjutan tentunya mengacu kepada visi dan misi kami selaku kepala daerah," ucap Fransiskus.

Ia berharap dari nota kesepahaman bersama 17 mitra pembangunan itu kebutuhan daerah mesti sinkron dengan apa yang dikerjakan mitra pembangunan. Selain itu, produk lokal hendaknya bisa dikembangkan untuk ekonomi masyarakat di wilayah kerja para mitra.

"Mitra kerja mungkin punya jaringan di luar negeri, bantu promosikan keunggulan di Kapuas Hulu, agar bisa berdampak pada investasi daerah," pinta dia.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau, menjelaskan nota kesepahaman atau kesepakatan yang ditandatangani itu untuk mensinkronkan program pembangunan di Kapuas Hulu dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Ada pun 17 mitra pembangunan yang bergerak dalam pembangunan berkelanjutan yaitu AMAN Kapuas Hulu, Serakop Iban Perbatasan (Sipat), GIZ, Perkumpulan Bentang Kalimantan Tangguh (BKT), Yayasan Kehati Indonesia (TFCA Kalimantan), Lanting borneo, Yayasan Merangat, dan Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara.

Juga Yayasan Pelestari Ragamhayati dan Cipta Fondasi Indonesia (yayasan PRCF Indonesia), Yayasan Ekowisata Indonesia (Indecon), Yayasan Riak Bumi, Yayasan WWF Indonesia, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Solidaridad, Madani, Putussibau Art Community (PAC), dan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).

Sadau mengatakan melalui MoU tersebut sebagai dasar Pemkab Kapuas Hulu bersama mitra pembangunan untuk bersama-sama merencanakan dan melakukan pembangunan berkelanjutan.

Ia menyebutkan dalam pembangunan berkelanjutan itu ada beberapa aspek penting yang ingin dicapai diantaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan, peningkatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, perlindungan lingkungan berkelanjutan, penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas institusi serta pemberdayaan masyarakat.

"Kami optimistis dengan kolaborasi yang telah dibangun bersama itu dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk memajukan daerah menuju Kapuas Hulu Hebat," kata Sadau.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menandatangani nota kesepakatan atau MoU dengan 17 mitra pembangunan dalam rangka mewujudkan
pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jum'at (13/10/2023.
ANTARA/HO-Prokopim Sekretariat Daerah Kapuas Hulu

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2023