bisa saja kita terpapar pornografi, ancaman risiko prostitusi, ada bullying, dan perdagangan manusia
Jakarta (ANTARA) - ECPAT, jaringan global organisasi masyarakat sipil yang bekerja untuk mengakhiri eksploitasi seksual terhadap anak, meminta masyarakat agar jangan terlena dalam menggunakan internet, karena terdapat sejumlah dampak negatif atau kerentanan dalam berinternet.

"Kekurangan berinternet yang harus kita ingat, bisa saja kita terpapar pornografi, ancaman risiko prostitusi, ada bullying, dan perdagangan manusia," kata Project Manager Indonesia Umi Farida dalam webinar bertajuk "Internet Aman Untuk Anak, di Jakarta, Kamis.

Bahaya lainnya adalah ancaman kekerasan seksual, hoaks, penipuan, peretasan terkait data pribadi, siber terorisme, dan penguntitan.

Lebih lanjut, Umi Farida menjelaskan salah satu bahaya yang mengintai anak saat anak menggunakan internet adalah eksploitasi seksual anak online.

Baca juga: Pendidikan karakter bentengi anak dari dampak negatif internet
Baca juga: 83 persen orang tua khawatir paparan negatif internet, sebut Google


Eksploitasi seksual anak online adalah segala bentuk pemanfaatan anak untuk melakukan aktivitas seksual, baik secara langsung atau tidak langsung dengan menggunakan teknologi internet agar pelaku atau pihak ketiga mendapat keuntungan. "Ini harus hati-hati ya," katanya.

Umi Farida menjelaskan bentuk-bentuk eksploitasi seksual anak online diantaranya bujuk rayu atau grooming untuk tujuan seksual online, sexting atau obrolan untuk pemuasan seksual kepada anak, sextortion atau pemerasan seksual, materi yang menampilkan kekerasan seksual atau eksploitasi seksual terhadap anak atau pornografi anak, dan siaran langsung kekerasan seksual terhadap anak.

"Misalkan ada foto anak direpresentasikan seolah-olah dia mengundang aktivitas seksual. Itu sudah masuk materi yang menampilkan kekerasan seksual," kata Umi Farida.

Baca juga: KPAI ajak masyarakat komitmen halau dampak negatif internet
Baca juga: Unicef: lindungi anak dari risiko negatif internet
Baca juga: Kecanduan internet "sama" seperti Narkoba

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2023