Kuningan (ANTARA) -
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat tingkat produktivitas kacang kedelai lokal di daerahnya sudah relatif tinggi dengan hasil panen sebanyak 453 ton sampai November 2023.
 
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Senin, menjelaskan hasil itu bisa menjadi langkah awal bagi pihaknya untuk memaksimalkan produksi kacang kedelai pada tahun-tahun berikutnya. Meskipun angka panen tersebut belum menyentuh ribuan ton.
 
“Hasil panen kedelai produksinya 453 ton dari luas panen 434 hektar atau memiliki tingkat produktivitas sekitar 10,44 kuintal/hektar,” kata Wahyu.
 
Menurutnya, kacang kedelai menjadi salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan dan dapat diproyeksikan guna memenuhi pasokan kebutuhan bahan tersebut di Kabupaten Kuningan.
 
Sebab, kata dia, angka produksi kacang kedelai sebesar 10,44 kuintal/hektare itu sudah cukup baik karena luas tanam komoditas itu sekitar 548 hektar.
 
“Luas tanam kacang kedelai mencapai 548 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
 
Pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi kacang kedelai di Kabupaten Kuningan dan mendorong agar para petani mau menanam komoditas itu, karena peluang pasarnya terbuka lebar.
 
Salah satu program peningkatan produksi kacang kedelai di Kuningan, ujar Wahyu, yakni dengan menyulap lahan bekas galian pasir menjadi kebun kacang kedelai yang berada di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu.
 
Lahan bekas galian pasir itu, berhasil diolah dan bisa ditanami kacang kedelai varietas lokal yang berawal dari program Kementerian Pertanian.
 
“Program itu dilakukan sejak 2018 dan sudah berhasil mengembangkan kacang kedelai untuk ditanam,” katanya.

Baca juga: Memutus kedelai impor dari lahan bekas galian pasir di Cibulan

 

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2023