Jangan menyetir kendaraan sambil bertelefon-ria

Jangan menyetir kendaraan sambil bertelefon-ria

Sejumlah warga melihat mobil Innova bernomor polisi B1319GC yang ringsek tertabrak kereta api di Kampung Ciwaktu, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten, Kamis (27/6). Insiden terjadi akibat kelalaian pengemudi yang memarkir mobil terlalu dekat dengan rel kereta api, padahal sudah diperingatkan warga namun tetap diabaikan sopir Innova itu. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

... harus ditekankan menggunakan telepon saat mengemudikan kendaraan itu dilarang atas dasar nama UU Lalu Lintas dan Jalan Raya serta UU Telekomunikasi... "
Jakarta (ANTARA News) - Belasan atau bisa jadi puluhan juta orang akan mudik Lebaran kali ini, banyak di antara mereka mudik bermobil atau bersepeda motor. Terkait itulah Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengimbau masyarakat tidak menyetir kendaraannya sambil bertelefon genggam-ria.

"Karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas," kata Sembiring di Jakarta, Senin. Logikanya mudah, menyetir kendaraan memerlukan konsentrasi tinggi yang tidak boleh dipecah untuk keperluan lain. 

Oleh karena itu, Sembiring mengimbau seluruh mitra kerja terus menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat.

"Harap diindahkan, harus ditekankan menggunakan telepon saat mengemudikan kendaraan itu dilarang atas dasar nama UU Lalu Lintas dan Jalan Raya serta UU Telekomunikasi. Sosialisasi ini tidak hanya karena menjelang lebaran ini saja, tetapi seterusnya pasca lebaran," kata Sembiring.

Kementerian yang Sembiring pimpin terus memantau tingkat kecelakaan karena penggunaan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan. Hal ini salah satu kontributor penyebab kecelakaan tertinggi.

Perilaku berkendara masyarakat Indonesia dinilai cukup mengerikan dan membahayakan keselamatan jiwa pengendara dan orang lain. Saling rebut jalur, menerobos lampu merah, melawan arus secara sengaja, naik ke trotoar, tidak mau mengalah, dan lain sebagainya. 

Di Jakarta, walau cukup sering diberitakan pengemudi kendaraan tewas tertabrak bus transjakarta di jalur bus (busway), namun orang tetap nekad menerobos jalur khusus itu. Bus transjakarta memang disediakan jalur sendiri di kanan jalan dan kendaraan lain tidak boleh masuk ke jalur khusus transjakarta itu. 

Menurut dia, imbauan tersebut didasarkan pada kenyataan tingkat kecelakaan lalu lintas saat mudik lebaran masih cukup tinggi. Musim mudik Lebaran 2012, secara umum 50 pemudik berkendara tewas di jalan akibat kecelakaan lalu-lintas, yang didominasi pengendara sepeda motor. 

Sembiring menilai hal itu kondisi sangat memprihatinkan dan tidak boleh terus terjadi.

"Seharusnya orang mudik untuk merayakan bersama suasana Idul Fitri, tetapi faktanya ada sebagian warga masyarakat yang terkena musibah kecelakaan lalu lintas," katanya.



Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2013

7 daerah zona merah diminta perbaiki penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar