Brussel (ANTARA) - Dewan Uni Eropa (EU) dan Parlemen Eropa, Rabu (20/12), mencapai kesepakatan sementara yang secara menyeluruh mereformasi kebijakan suaka dan migrasi di blok tersebut, hingga memecah kebuntuan selama bertahun-tahun dalam masalah ini.

"Reformasi ini merupakan bagian penting dari penyelesaian masalah ini," kata Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska Gomez, yang saat ini memegang kepresidenan bergilir Dewan EU.

Di bawah kesepakatan tersebut, para migran ilegal yang tiba di EU akan diperiksa, data biometrik mereka akan diambil, dan tujuan mereka akan ditentukan melalui seperangkat aturan EU.

"Warga di seluruh EU ingin pemerintah mereka mengatasi masalah migrasi dan hari ini adalah langkah besar ke arah ini," tambahnya.

Sementara itu, mereka dapat dideportasi lebih cepat jika kasus mereka dianggap sebagai "instrumentalisasi migran," kata Dewan EU.

Peraturan baru ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem suaka dan meningkatkan solidaritas di antara negara-negara anggota EU dengan meringankan beban bagi mereka yang berurusan dengan jumlah kedatangan migran tertinggi.

Perjanjian sementara tersebut akan diserahkan kepada negara-negara anggota EU setelah pekerjaan teknis.

Dewan EU dan Parlemen Eropa telah merundingkan pakta tersebut sejak Oktober. Sementara itu, EU baru-baru ini menghadapi beberapa gelombang migrasi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2023