Saat ini status Gunung Merapi masih pada status Siaga dan intensitas guguran lava masih sering terjadi. Namun jarak luncuran masih dalam radius aman...
Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebutkan menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sejumlah destinasi wisata di lereng Gunung Merapi masih aman dikunjungi.

"Saat ini status Gunung Merapi masih pada status Siaga dan intensitas guguran lava masih sering terjadi. Namun jarak luncuran masih dalam radius aman sehingga destinasi wisata di lereng Merapi juga masih aman dikunjungi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Kamis.

Kendati demikian BPBD Sleman tetap mengimbau pelaku dan pengelola wisata di lereng Merapi selalu memantau perkembangan cuaca serta tidak melanggar jarak aman yang telah direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

"Yang justru menarik adalah aktivitas Gunung Merapi saat ini bisa menjadi momentum yang baik sebagai wisata edukasi bagi anak sekolah. Status Siaga Gunung Merapi menjadi hal yang menarik sebagai sarana belajar," katanya.

Menurut dia, siswa dapat belajar dengan melihat secara langsung kejadian saat gunung mengalami erupsi serta dampak yang ditimbulkan.

Baca juga: Gunung Merapi luncurkan 10 kali guguran lava ke Kali Bebeng dan Boyong

"Dengan jarak aman, siswa dapat belajar dan mengetahui langsung proses erupsi gunung berapi. Abu vulkanik tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga bermanfaat menyuburkan tanah. Itu dampak positifnya bagi siswa sekolah," katanya.

Ia mengatakan jajaran BPBD Sleman kerja sama dengan relawan akan memantau terus perkembangan aktifitas erupsi Gunung Merapi, sehingga wisatawan akan merasa tenang dan nyaman saat berwisata di lereng Merapi.

"Saat ini masyarakat juga dapat mengunduh aplikasi Simantap BPBD Sleman untuk mendapatkan informasi terkini perkembangan situasi sekitar lereng Gunung Merapi," katanya.

Makwan juga meminta agar pengelola wisata menyediakan masker untuk mengantisipasi apabila terjadi hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi.

Baca juga: BNPB minta waspadai potensi bahaya guguran lava Gunung Merapi

"Diprediksi akhir Desember hingga Januari, angin bertiup ke arah tenggara, sehingga kemungkinan wilayah Klaten dan Sleman akan terdampak abu vulkanis," katanya.

Ia mengatakan awan panas guguran dominan menuju barat daya dan selatan, sedangkan abu vulkanik ke tenggara dan selatan.

"Dampak awan panas dihindari dengan menjaga jarak aman enam kilometer, sedangkan abu vulkanis diantisipasi dengan memakai masker," katanya.

Sedangkan bagi pengelola Jip Lava Tour, ia mengimbau agar terus memantau perkembangan curah hujan yang terjadi di sekitar lereng Gunung Merapi.

"Jika turun hujan deras di hulu sungai dan dapat menyebabkan banjir,  jalur ke arah sungai berhulu Gunung Merapi agar dihindari," katanya.

Baca juga: Ahli geologi ingatkan masyarakat patuhi peta kawasan rawan bencana

 

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2023