Gaza (ANTARA) - Dua jurnalis tewas dan satu jurnalis lainnya terluka pada Minggu (7/1) dalam serangan udara Israel yang menargetkan kendaraan mereka di Jalur Gaza selatan, menurut kantor media Hamas.

Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengidentifikasi kedua jurnalis itu sebagai Hamza Al-Dahdouh dan Mustafa Thuraya, yang mobilnya menjadi sasaran pengeboman Israel saat melakukan peliputan di Rafah, yang berada di ujung selatan daerah kantong Palestina tersebut.

Hamza Al-Dahdouh merupakan putra sulung dari koresponden Al Jazeera, Wael Al-Dahdouh, yang istri dan sejumlah anggota keluarganya tewas pada Oktober tahun lalu dalam sebuah pengeboman Israel di Jalur Gaza.

Kantor media Hamaa itu mengecam "kejahatan berkelanjutan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap jurnalis, yang ditujukan untuk mengintimidasi jurnalis dan berusaha mengaburkan fakta dengan mencegah mereka melakukan peliputan."

Jumlah jurnalis yang tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 109 orang, menurut pernyataan itu, seraya menyerukan kepada serikat-serikat pers untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya terhadap jurnalis.
 
Warga melihat kendaraan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 7 Januari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
 
Warga melihat kendaraan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 7 Januari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Pewarta: Xinhua
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2024