Tangerang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Banten melibatkan ratusan orang dari masyarakat untuk pelaksanaan kegiatan pelipatan sebanyak 6.961.330 surat suara Pemilu 2024.

“Dalam proses pelipatan surat suara, kami memberdayakan masyarakat sekitar yang berminat. Tentunya sesuai kuota yang telah ditetapkan. Serta siapa pun yang terlibat, kami telah pastikan aman dan memiliki tanggung jawab. Pastinya dalam pengawasan dan kontrol dari kami juga Bawaslu Kota Tangerang,” kata Ketua KPU Kota Tangerang, Qori Ayatullah di Tangerang Jumat.

Qori Ayatullah menuturkan keterlibatan masyarakat sekitar sangat diperlukan. Hal ini agar penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang bisa berjalan dengan semaksimal mungkin.

Ia pun mengungkapkan, terdapat 400 orang yang menjadi tenaga sortir lipat di Gudang I, Kecamatan Benda, serta 200 orang yang terlibat berada di Gudang II, Kecamatan Periuk.

Sedangkan untuk tenaga bongkar muat barang terdapat 40 orang. Tak hanya itu, mereka juga melakukan perakitan kotak suara yang akan digunakan pada Pemilu 2024 nanti. Semuanya bekerja secara bergantian dan dibagi menjadi dua shift.

“Bagi tenaga sortir lipat suara DPR RI, DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi Banten akan diberikan upah Rp500 setiap lembarnya. Lalu untuk surat suara DPD diberikan Rp400 per lembar, dan untuk surat suara presiden Rp300 per lembarnya,” ungkap Qori.

Proses penyortiran serta lipat surat suara hingga saat ini, KPU Kota Tangerang telah menyelesaikan untuk DPR RI, DPRD kota/kabupaten dan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Lalu untuk surat suara DPD baru tiba di gudang pada Kamis (11/1) kemarin. "Sedangkan untuk DPRD RI belum tiba di gudang logistic KPU Kota Tangerang," katanya.

Baca juga: Bawaslu Depok: Jam kerja pelipatan surat suara harus dibatasi
Baca juga: Sortir surat suara hampir tuntas, KPU DKI tak berencana tambah pekerja
Baca juga: KPU Yogyakarta pastikan tidak ada surat suara pilpres sudah tercoblos

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2024