Kairo (ANTARA News) - Para pengacara Mesir pada Senin menyerukan penyelidikan internasional atas kematian 37 pendukung Presiden terguling Mohammad Moursi. Mereka tewas dalam tahanan polisi.

Seperti dilaporkan Reuters, laporan otopsi menyebutkan para korban yang semua laki-laki itu tewas akibat sesak nafas setelah polisi menggunakan gas air mata untuk menghentikan massa yang  melarikan diri pada hari Minggu.

Massa yang berjumlah lebih dari 600 orang itu melaring diri ketika sedang dibawa ke penjara Abu Zabal di pinggiran Kairo.

Foto-foto yang diberikan para pengacara menunjukkan mayat dengan muka dan anggota badan gosong. Sejumlah lainnya memar yang menurut para pengacara adalah tanda-tanda penyiksaan.

Rincian insiden belum jelas, kata mereka.

"Tim-tim penyelidikan netral harus dibentuk, bukan dari Mesir. Krisis sebenarnya adalah pengadilan menutupi siapa yang melanggar hukum dan bertanggungjawab atas pertumpahan darah itu," kata Ahmed Abu Baraka, salah seorang pengacara yang mewakili 600 tahanan.

Para pejabat keamanan membantah tuduhan-tuduhan melakukan pelanggaran dalam insiden pada hari Minggu itu.

Mustafa Azab, juru bicara  tim pengacara tersebut mengatakan mereka menyampaikan laporan itu kepada Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag.

(Uu.H-RN/M016)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013