Kami sangat berterima kasih dengan bantuan dari Kemenkes telah membantu satu alat radiasi sehingga dapat mengurai antrean pasien untuk mendapatkan radiasi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, RSUD Haji, dan RS Universitas Airlangga, Surabaya melalui bantuan sejumlah alat kesehatan (alkes).
 
Kemenkes telah mengirimkan bantuan kepada RSUD Dr Soetomo berupa alat radiasi, akselerator linier atau Linear Accelerator (LINAC) untuk pengobatan kanker, mesin pintas jantung paru (heart lung machine), set peralatan endourologi untuk pemeriksaan saluran kemih, ablasi laser atau laser for ablation, serta sejumlah alat untuk pemeriksaan dan perawatan janin sebelum dilahirkan seperti set peralatan fetal therapy dan surgery, USG fetomaternal high end, USG guiding fetal therapy/fetoscopy, Non-Stress Test (NST), central NST, dan USG mobile bayi dan anak.
 
Spesialis Onkologi Radiasi RSUD Dr Soetomo dr Dyah Erawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan bantuan dari Kemenkes telah mengurai antrean pasien yang akan mendapatkan radiasi. Sebelumnya, kata dia, antrean pasien yang akan mendapatkan layanan radiasi berlangsung selama sembilan sampai sepuluh bulan.

Baca juga: Kemenkes perluas layanan penyakit prioritas, bantu alkes RS TNI/Polri
 
"Kami sangat berterima kasih dengan bantuan dari Kemenkes telah membantu satu alat radiasi sehingga dapat mengurai antrean pasien untuk mendapatkan radiasi," ujarnya.
 
Untuk RSUD Haji Surabaya, Kemenkes mengirimkan alat kesehatan berupa set endourologi yang terdiri atas monitor system, adult lower tract set, bipolar system, URS, adult PCNL, dan swiss lithoclast.
 
Dokter Spesialis Urologi di RSUD Haji dr Ahmad Nadhir mengatakan bantuan alkes dari Kemenkes membantu meningkatkan jumlah operasi yang dilakukan per hari.
 
"Kemudian dengan adanya alat ini, pasien-pasien yang sebelumnya dilakukan operasi terbuka, sekarang bisa dilakukan dengan operasi endoskopi. Jadi sebelumnya pasien ada sayatan untuk operasi batu buli besar, sekarang dengan alat ini tanpa perlu sayatan," ujarnya.

Baca juga: Kemenkes: Belanja alkes jangka panjang antar RI jadi negara maju
 
Sementara itu Manajer penunjang medis RS Universitas Airlangga dr Cahyo Wibisono Nugroho mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes atas bantuan alat kesehatan dalam program layanan prioritas kanker, stroke, jantung, dan uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
 
Bantuan alat dari Kemenkes akan digunakan untuk pelayanan pasien dan pendidikan. Bantuan alat kesehatan tersebut antara lain USG doppler untuk pemeriksaan aliran darah, troli emergency yang berisi peralatan dan obat-obatan untuk keadaan gawat darurat, dan alat penghangat darah (blood infusion warmer), serta penghangat, schiller, dan fototerapi untuk bayi.
 
"Sekali, lagi kami ucapkan terima kasih atas bantuan alat kesehatan yang Insya Allah akan kami gunakan untuk pelayanan masyarakat secara optimal, dan juga sebagai wahana pendidikan untuk kawan-kawan dokter Indonesia di masa depan," ucap dr Cahyo.

Baca juga: Kemenkes: 96,2 persen dana pengadaan alkes katastropik diserap daerah
 

Pewarta: Sean Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024