Jakarta (ANTARA) -
Perkumpulan Ibu Cerdas Berdaya atau yang lebih dikenal sebagai Buibu Baca Buku Book Club (BBB Book Club) melatih para ibu dan perempuan untuk berdaya dan berpikir kritis dengan meluncurkan program literasi iklim.

"BBB Book Club melihat bahwa sebenarnya sebagai ujung tombak keluarga, seorang ibu mampu dan perlu mengambil bagian penting dalam demokratisasi isu dan aksi bersama dalam penanggulangan krisis iklim dan transisi energi," kata Founder dan Executive Director BBB Book Club Puty Puar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
 
Namun menurut Puty, wacana mengenai perubahan iklim masih dianggap "jauh" atau asing dari keseharian para ibu.

Dampak yang dihasilkan dari perubahan iklim pun seringkali dianggap tidak akan dirasakan di tingkat keluarga. Padahal, perempuan khususnya para ibu, sebenarnya adalah kelompok rentan yang akan merasakan dampak dari perubahan iklim ini secara langsung.

Baca juga: 70 daerah pertanian dan kelautan jadi prioritas literasi iklim BMKG

Baca juga: TEDxJakarta gelar program peningkatan literasi atasi krisis iklim
 
"Untuk mendorong keterlibatan dan keterwakilan para ibu dalam isu krisis iklim dan transisi energi itu, BBB Book Club meluncurkan inisiasi program yang bertajuk 'Program Literasi Iklim untuk Ibu', dan bekerja sama dengan ClimateWorks Foundation," ucap Puty.
 
Adapun peluncuran program literasi iklim untuk ibu telah digelar pada Sabtu (13/1) di Jakarta. Program yang menghubungkan isu iklim, literasi dan keterlibatan perempuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perasaan berdaya dari para ibu dan berpartisipasi aktif dalam aksi iklim, baik di tingkat pribadi maupun kolektif.
 
Bagi BBB Book Club, acara peluncuran ini merupakan awal dari rangkaian Program Literasi Iklim untuk Ibu, yang nantinya akan dilanjutkan dengan serangkaian program literasi iklim seperti pengembangan modul literasi iklim untuk ibu, pengembangan buku anak bertema krisis iklim, diskusi buku, kompetisi ulasan buku, seminar, lokakarya, pelatihan, hingga edukasi-edukasi iklim melalui konten media sosial.
 
BBB Book Club juga terus mempromosikan program ini kepada para kolaborator dan calon kolaborator untuk dapat membuka ruang-ruang kolaborasi yang lebih luas lagi untuk dampak yang lebih besar.
 
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menyadarkan dan mendorong masyarakat berpartisipasi dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mulai dari efisiensi energi hingga pengelolaan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.
 
"Kami membangun dan menyediakan layanan publik berupa Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK) untuk meningkatkan literasi perubahan iklim dan kolaborasi antara para pemangku kepentingan," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.*

Baca juga: BMKG tingkatkan literasi petani terhadap iklim, cegah krisis pangan

Baca juga: BMKG perkuat literasi iklim-cuaca pada petani hadapi perubahan iklim

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024