Kapolres Bogor: ada kemungkinan ketidaklayakan kondisi bus

Kapolres Bogor: ada kemungkinan ketidaklayakan kondisi bus

Sejumlah petugas memeriksa Bus Giri Indah yang mengalami kecelakaan di Desa Tugu, Cisarua, Bogor, Jabar, Rabu (21/8). (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Dari hasil olah tempat kejadian sementara kita menemukan ada beberapa kemungkinan adanya indikasi ketidaklayakan pada bus,"
Bogor (ANTARA News) - Kepala Polisi Resor (Kapolres) Bogor, AKBP Asep Syafrudin, mengatakan ditemukan tanda-tanda ketidaklayakan pada kondisi bus Giri Indah yang mengalami kecelakaan di jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor hingga menewaskan belasan orang.

"Dari hasil olah tempat kejadian sementara kita menemukan ada beberapa kemungkinan adanya indikasi ketidaklayakan pada bus," kata Kapolres saat ditemui di ruang jenazah Rumah Sakit Paru Goenawan, Sanatorium, Cisarua, Rabu.

Kapolres menuturkan, pihaknya masih melakukan pendalaman faktor-faktor yang menjadi penyebab kecelakaan.

Dikatakannya, hasil identifikasi tim Lakalantas Polres bersama Analis Mabes Polri dan Polda Jabar ada banyak kemukinan penyebab kecelakaan.

"Kami menemukan kondisi ban belakang sudah tidak layak, keduanya botak baik ban kiri maupun kanan," kata Kapolres.

Selanjutnya, kata Kapolres, dari radius sekian meter dari lokasi kejadian tidak tampak adanya tanda-tanda pengereman.

"Apakah ada rem blong atau faktor lain masih kita dalami," kata Kapolres.

Kapolres menyebutkan, dalam penyelidikan penyebab kecelakaan, Polres Bogor dibantu oleh Puslabfor Mabes Polri yang akan menguji kondisi rem apakah berfungsi atau tidak.

Saat ini sebanyak delapan orang saksi telah diperiksa terkait kecelakaan tersebut.

Para saksi berasal dari warga setempat, supir, kondektur, supir cadangan serta sejumlah korban.

Pihak kepolisian juga belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan tersebut.

Supir bus, Muhammada Amin (47) belum diamankan karena ikut menjadi korban dan menjalani perawatan di RSPG Cisarua.

"Supir bus dalam pengawasan kita, dia belum kita periksa karena saat ini kondisinya juga ikut jadi korban," kata Kapolres.

Kapolres menuturkan dalam kecelakaan tersebut, jumlah korban ada 54 orang, satu korban berasal dari warga setempat, sisa 53 korban dari jemaat GBI Kelapa Gading.

"Jumlah penumpang bus ada 50 ditambah tiga awak yakni supir, kondektur dan supir cadangan," kata Kapolres.

Korban meninggal 19 orang (6 laki-laki 13 perempuan), satu korban atas nama H Ajid adalah warga sekitar.

"Juga ada satu korban luka dari warga yang ikut ketabrak bus saat menghantam warung material sebelum masuk ke sungai," kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, sebelum masuk jurang, bus sempat menabrak mobil pic up bermuatan gas Elpiji, serta sebuah warung material.

Bus terjun ke jurang sedalam 8 hingga 12 meter dari badan jalan Raya Puncak.

Saat ini bangka bus masih berada di lokasi kejadian. Pihak kepolisian menunggut alat berat untuk mengevakuasi badan bus.

Bus Giri Indah berangkat dari Kota Bunga Cipanas, mengangku jamaah GBI Kelapa Gading yang ikut kegiatan retret. Saat kejadian seluruh penumpang sedang dalam kondisi puasa dan usai ibadah kebaktian.

(KR-LR/R021)

Pewarta: Laily Rahmawati
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar