Kano, Nigeria (ANTARA News) - Militan yang menyamar sebagai prajurit melepaskan tembakan ke arah penduduk di sebuah kota di Nigeria timurlaut, Rabu, menewaskan empat orang, kata beberapa warga.

Penembakan yang diduga dilakukan anggota kelompok Boko Haram itu terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat di kota Gamboru Ngala dekat perbatasan dengan Kamerun.

Sejumlah warga mengatakan, serangan itu tampaknya dilakukan sebagai pembalasan atas penangkapan anggota-anggota Boko Haram belakangan ini.

Orang-orang bersenjata dengan seragam militer itu memasuki daerah Fulatari dan meminta penduduk ke luar rumah untuk melihat anggota-anggota Boko Haram yang mereka klaim telah ditangkap.

"Mereka mengambil posisi dan menembak siapa pun yang ke luar rumah untuk melihat orang-orang Boko Haram yang mereka klaim telah mereka tangkap," kata Musa Zango, seorang anggota kelompok siaga lokal yang membantu militer memburu anggota Boko Haram, kepada AFP.

Orang-orang bersenjata itu menembak mati tiga warga dan mencekik satu orang setelah senapan yang mereka tembakkan ke arahnya gagal, kata Zango.

Senin, pasukan yang ditempatkan di kota itu menangkap 17 terduga anggota Boko Haram pasca tembak-menembak sesudah ada petunjuk dari warga yang mengkhawatirkan serangan dalam waktu dekat, kata Bukar Galadima, seorang pemimpin muda setempat.

Insiden Rabu itu terjadi setelah militer Nigeria menyatakan Senin bahwa pemimpin kelompok militan Boko Haram, Abubakar Shekau, mungkin tewas setelah tertembak dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah.

Laporan-laporan intelijen yang diterima militer mengisyaratkan bahwa "Abubakar Shekau, pemimpin `teroris` Boko Haram yang paling diburu dan ditakuti, mungkin telah tewas", kata militer dalam sebuah pernyataan.

"Diyakini bahwa Shekau tewas antara 25 Juli dan 3 Agustus 2013," katanya.

Menurut pernyataan itu, Shekau, yang dinyatakan sebagai teroris global oleh pemerintah AS, tertembak pada 30 Juni selama bentrokan dengan pasukan di sebuah kamp Boko Haram di hutan Sambisa di Nigeria timurlaut.

Ia kemudian dibawa secara sembunyi-sembunyi ke perbatasan memasuki Kamerun untuk memperoleh perawatan, kata pernyataan itu.

Shekau dianggap sebagai pemimpin utama kelompok Boko Haram. Beberapa hari sebelumnya, militer Nigeria menyatakan membunuh orang kedua dalam kelompok tersebut.

"Selama serangan teroris Boko Haram... pada 4 Agustus 2013, pasukan membunuh Momodu Bama," kata juru bicara militer Letnan Kolonel Sagir Musa dalam sebuah pernyataan pada 14 Agustus.

Bama adalah "perwira operasi teroris dan orang kedua di komando setelah Abubakar Shekau", kata pernyataan itu.

Kematian para pemimpin Boko Haram itu diumumkan di tengah ofensif militer besar-besaran yang diluncurkan pada Mei dengan tujuan menumpas kelompok militan tersebut.

Kekerasan Boko Haram diperkirakan telah menewaskan sekitar 3.600 orang sejak 2009, termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan.

Kelompok itu menyatakan berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria utara yang penduduknya mayoritas muslim.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada 14 Mei, Presiden Goodluck Jonathan memberlakukan keadaan darurat di negara-negara bagian timurlaut, Borno, Yobe dan Adamawa, daerah-daeran dimana kelompok militan Boko Haram melancarkan puluhan serangan.

Presiden untuk pertama kali mengakui bahwa daerah-daerah di negara bagian Borno, pusat konflik Boko Haram, telah "diambil alih" oleh gerilyawan dan kedaulatan Nigeria dirongrong.
(M014)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013