Potensi besar yang dimiliki Gorontalo harus dimanfaatkan oleh warga lokalnya sendiri
Jakarta (ANTARA) - PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT), pengelola Pelabuhan Internasional Anggrek dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), berencana menyerap sumber daya manusia (SDM) lokal di Gorontalo.

Upaya tersebut dilakukan dengan menyiapkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi warga Gorontalo Utara serta memastikan penyerapan tenaga kerja yang didominasi talenta lokal secara maksimal.

“Kehadiran ekosistem industri di Pelabuhan Anggrek bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga membuka pintu bagi diversifikasi ekonomi lokal. Penyediaan peluang lapangan kerja menjadi prioritas PT AGIT dalam arah pembangunan proyek ini,” kata President Director & Group CEO PT Gobel Internasional serta Direktur Utama PT AGIT Hiramsyah S. Thaib datam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Posisi Pelabuhan Internasional Anggrek terletak di pesisir utara Sulawesi, berdekatan dengan jalur perdagangan internasional utama sehingga berpotensi menjadi akses kunci untuk perdagangan antara Gorontalo dan negara-negara di Asia Timur.

Menimbang hal itu, PT AGIT memandang penting untuk meningkatkan kapasitas, baik SDM maupun infrastruktur.

Oleh sebab itu, salah satu fokus perusahaan terletak pada peningkatan keterampilan karyawan PT AGIT yang didominasi oleh masyarakat lokal Gorontalo Utara, yang membuka transisi agar mampu untuk mengoperasikan mesin modern di Pelabuhan Internasional Anggrek.

Pelatihan tersebut ditargetkan dapat dimulai bersamaan dengan pembangunan tahap 1 yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Setelah seluruh instalasi infrastruktur teknologi terpasang, PT AGIT akan memberdayakan masyarakat lokal Gorontalo yang menjadi karyawan perusahaan agar dapat memahami tata cara penggunaan alat produksi pelabuhan yang modern.

Chairman dan Shareholder Gobel Group Rachmat Gobel mengatakan pembangunan industri seharusnya tidak hanya terpaku pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga pada pemberdayaan SDM sebagai penggerak roda utama industrialisasi.

“Potensi besar yang dimiliki Gorontalo harus dimanfaatkan oleh warga lokalnya sendiri. Kami mengharapkan masyarakat Gorontalo terlibat aktif agar dapat menjadi garda terdepan yang memaksimalkan manfaat ekonomi dari Pelabuhan Internasional Anggrek,” ujar dia.

Baca juga: Konstruksi tahap 1 Pelabuhan Anggrek mulai pada Februari 2024
Baca juga: Delegasi Ehime-Jepang kunjungi Pelabuhan Anggrek Gorontalo Utara
Baca juga: Rachmat Gobel sebut Pelabuhan Anggrek lokomotif ekonomi Gorontalo


Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2024