Moskow (ANTARA) - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berencana membuka pusat pelatihan baru untuk pasukan bersenjata Ukraina guna melengkapi misi pelatihan Uni Eropa sekaligus membantu Kiev memenuhi standar aliansi tersebut, demikian menurut laporan surat kabar Spanyol El Pais, Kamis, yang mengutip sejumlah sumber diplomatik.

Tujuan inisiatif baru tersebut tidak hanya memperkuat kesiapan militer Ukraina, namun untuk melatih mereka dalam strategi dan manajemen administrasi pertahanan, kata para sumber kepada El Pais.

Pimpinan pertahanan NATO saat ini sedang meresmikan rincian pelatihan di sela-sela pertemuannya di Brussels.

Inisiatif tersebut kemungkinan akan menerima persetujuan akhir pada KTT NATO yang berlangsung di Washington pada Juli mendatang, katanya.

Para menteri pertahanan musti memutuskan apakah pusat pelatihan tersebut nantinya akan dibiayai melalui akun umum NATO atau dana anggaran dan apakah harus melibatkan instruktur yang ditempatkan di pangkalan baru tersebut atau personel dari negara anggota NATO untuk jangka waktu yang lebih singkat, demikian El Pais.

Negara-negara Barat, termasuk negara-negara anggota Uni Eropa, telah memberikan bantuan militer dan finansial kepada Kiev sejak operasi militer khusus Rusia di Ukraina pada Februari 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ekspansi NATO yang mencakup Ukraina menimbulkan ancaman keamanan langsung bagi Rusia dan Moskow menganggap status non-blok Ukraina sangat penting.

Sumber: Sputnik
Baca juga: Jerman kritik komentar Trump soal negara anggota NATO harus bayar
Baca juga: NATO tampik ancaman militer Rusia terhadap aliansi tersebut
Baca juga: NATO harus bersiap dengan 'kabar buruk' dari Ukraina
​​​​​​​

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2024