Saat ini armada sedang dirapikan, akan dipasangi stiker dan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Sinar Jaya sebagai operator akan menyiapkan komponen-komponen yang diperlukan sesuai ketentuan dan SPM (standar pelayanan minimal)
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat mengecek kesiapan armada layanan buy the service (BTS) atau Biskita jelang beroperasi.

Pengecekan armada yang saat ini sudah memasuki proses akhir penyelesaian (finishing) tersebut dilakukan di Pool Sinar Jaya Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menyampaikan pengecekan dilakukan untuk melihat kesiapan armada yang akan dioperasikan awal Maret 2024.

"Saat ini armada sedang dirapikan, akan dipasangi stiker dan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Sinar Jaya sebagai operator akan menyiapkan komponen-komponen yang diperlukan sesuai ketentuan dan SPM (standar pelayanan minimal)," kata Tatan.

Adapun, nama dan ikon yang akan disematkan pada BTS Bekasi juga akan menunggu persetujuan Pemerintah Kota Bekasi.

"Pastinya nama Biskita yang akan tetap kami gunakan, namun apakah Biskita Trans Bekasi atau Biskita Trans Patriot menunggu keputusan Pemerintah Kota Bekasi," ujar Tatan.

Selanjutnya, pengoperasian BTS di Kota Bekasi akan diserahkan kepada PT Sinarjaya Megah Langgeng. Nantinya, bus yang akan disediakan sebanyak 15 armada dengan 14 unit yang akan dioperasionalkan salah satunya ramah difabel dan satu unit cadangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinarjaya Megah Langgeng Teddy Kurniawan Rusly menyampaikan bahwa kehadiran Sinar Jaya sebagai operator layanan BTS Kota Bekasi merupakan sebuah penghargaan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. Sinarjaya Megah Langgeng. Dengan pengalaman yang dimiliki Sinar Jaya selama kurang lebih 41 tahun, Kami berharap layanan BTS nantinya dapat berjalan dengan lancar tentunya dengan dukungan dari Organda," kata Teddy.

Senada, Ketua Organda Kota Bekasi Indra Hermawan mengatakan Organda juga menyambut baik dengan adanya BTS yang sudah lama dinantikan.

"Kami berharap Organda bersama-sama dengan operator dapat berkoordinasi untuk mewujudkan layanan angkutan umum yang lebih baik di Kota Bekasi," ucap Indra.

Sama halnya seperti di Kota Bogor, layanan BTS di Kota Bekasi akan memenuhi standar yang telah ditentukan dan memiliki perangkat teknologi informasi (TI) yang setara.

Perangkat yang akan disiapkan, yaitu passenger counting, GPS tracking, mobile DVR (perangkat untuk memantau dengan kecepatan 2G-4G), camera surveillance (perangkat untuk merekam), CP4 (perangkat untuk memantau kendaraan pada dashboard driver dengan menggunakan RFID), dan TOB (perangkat untuk transaksi pembayaran penumpang).

Direncanakan, BTS di Kota Bekasi akan melayani dari pukul 05.00-21.00 WIB dengan kecepatan rata-rata 22-25 km/jam dan waktu tunggu 10 menit serta ritase sebanyak tujuh.

Program BTS di Kota Bekasi merupakan program skema membeli layanan dari pemerintah pusat untuk menyediakan angkutan umum massal. Kota Bekasi merupakan kota kedua setelah Kota Bogor yang akan menyediakan layanan BTS di Bodetabek.

Biskita sendiri merupakan singkatan dari Bus Inovatif, Solusi Transportasi Perkotaan Terintegrasi, dan Andal. Diharapkan dengan penyediaan layanan Biskita di Bodetabek dapat memodernisasi dan menyamaratakan angkutan umum massal seperti layaknya di DKI Jakarta.

Baca juga: BPTJ Kemenhub: Bus BTS beroperasi di Kota Bekasi awal Maret 2024

Baca juga: Kemenhub sasar 117 perumahan untuk menggunakan transportasi massal

 

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024