Paris (ANTARA News) - Kepolisian Prancis menemukan 1,3 ton kokain yang disembunyikan dalam koper-koper di pesawat Air France yang terbang dari ibu kota Venezuela, Caracas, menuju Paris.

Koper-koper tersebut didaftarkan dengan nama palsu yang tidak sesuai dengan satupun penumpang dalam penerbangan menuju bandara Charles de Gaulle di Paris, kata sumber di kepolisian kepada Reuters, Minggu.

Air France menyatakan bahwa mereka masih mencari tahu bagaimana obat-obatan tersebut dapat diselundupkan ke dalam pesawat.

"Sambil menunggu penyelidikan ini, langkah cepat sudah dilakukan untuk memperketat pemeriksaan bagasi dan barang-barang menjelang keberangkatan menuju tujuan-tujuan tertentu yang sensitif," demikian pernyataan maskapai penerbangan itu.

Pejabat pemerintah mengatakan, obat-obatan tersebut ditemukan di Charles de Gaulle pada awal bulan September namun mereka baru mengungkapkan ke publik akhir pekan ini.

Mereka juga tidak memberitahukan tanggal tepat kejadian itu.

Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls mengatakan bahwa kokain seberat 1,3 ton itu nilai penjualannya sekitar 50 juta euro sementara menurut kepolisian dan beberapa sumber resmi nilainya bisa sampai 200 juta euro.

"Ini adalah penyitan kokain terbesar yan pernah dilakukan di daratan utama Prancis sebagai bagian dari penyelidikan hukum," kata Valls kepada wartawan, Sabtu.

Setidaknya enam orang dengan kewarganegaraan beberapa negara Eropa ditahan terkait kasus tersebut, kata sumber-sumber kepolisian yang menolah memberikan keterangan lebih lanjut.

Kantor penuntut umum di Caracas juga menyelidiki kasus tersebut.

Menurut Valls, penangkapan itu merupakan hasil dari kerja sama antara aparat keamanan Prancis, Belanda, Spanyol, dan Inggris.

(U.G005)


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013