Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyatakan fokus meningkatkan pelayanan daripada menaikkan tarif untuk pelanggan demi mewujudkan kenyamanan menggunakan transportasi publik.

"Jadi, karena kita baru 16 kilometer, kita membangun pelayanan hingga angka keterangkutan (ridership) kita utamakan nanti," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat usai Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Selasa.

Tuhiyat menjelaskan, langkah meningkatkan pelayanan tersebut berdasarkan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI beserta DPRD DKI yang telah duduk bersama dengan MRT Jakarta.

Terlebih dalam proyek pembangunan fase 2A CP 201 hingga 202 adanya penemuan cagar budaya yang harus memperhatikan kondisi tanah dan tetap menjaga pelestariannya.

Selain itu, adapun kendala yang ditemukan di lapangan yakni terkait utilitas seperti fiber optik hingga listrik yang harus segera ditangani.

Baca juga: MRT Jakarta tegaskan dana proyek tak terpengaruh resesi Jepang

"Pembenahan semuanya sudah kita lakukan dan sekarang tinggal konstruksi yang diharapkan target kami adalah bertahap," jelasnya.

Dia menyebutkan kini pembangunan CP 201 atau Fase 2A Stasiun Thamrin dan Monas telah mencapai 69 persen.

Lalu, CP 202 (Harmoni-Mangga Besar) mencapai 25 persen dan CP 203 (Mangga Besar-Kota) mencapai 45 persen.

Ditargetkan, pengoperasian MRT Stasiun Bundaran HI-Monas selesai pada 2027 dan sampai Kota diharapkan pada 2029.

MRT Jakarta mencatat sebanyak 4.833.104 penumpang menggunakan layanan MRT Jakarta pada Januari-Februari 2024.

Baca juga: Indonesia akan miliki stasiun bertingkat bawah tanah pertama

Ditargetkan sebanyak 33,7 juta pengguna transportasi MRT pada 2024 dengan jumlah rata-rata 92 ribu penumpang per harinya.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat sebanyak 33.496.540 orang menggunakan layanan transportasi publik itu sepanjang 2023.
 
"Jumlah tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 91 ribu orang menggunakan MRT Jakarta setiap hari," kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo.
 
Ahmad menyebutkan, jumlah pengguna itu sekaligus menunjukkan ketepatan waktu tempuh, kedatangan dan berhenti Ratangga yang dioperasikan MRT Jakarta mencapai 99,94 persen.

Baca juga: Sebanyak 3 juta penumpang gunakan MRT Jakarta sepanjang Januari 2024

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2024