Moskow (ANTARA) - Pembicaraan antara Rusia dan AS terkait pengerahan senjata nuklir luar angkasa terbukti "sangat tidak produktif", kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.

Mengutip sejumlah pejabat AS, Wall Street Journal pada Jumat (23/2) melaporkan bahwa Washington secara diam-diam telah memperingatkan Moskow untuk tidak mengerahkan senjata nuklir antisatelit karena dianggap melanggar Perjanjian Luar Angkasa dan mengancam kepentingan nasional AS.

"Tidak ada kemajuan dalam urusan ini. Alasannya jelas, absurditas tuduhan AS bahwa kami bermaksud mengerahkan sejumlah sistem persenjataan nuklir di luar angkasa," kata Ryabkov kepada pers.

"Seperti yang telah ditegaskan baru-baru ini, dan seperti yang dikatakan Presiden (Rusia Vladimir Putin), kami tidak berniat seperti itu … pembicaraan tentang hal ini benar-benar tidak produktif," katanya, menambahkan.

Dia juga mengatakan bahwa Rusia tidak akan menarik diri dari Perjanjian Luar Angkasa 1967 tersebut, yang melarang pengerahan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal ke luar angkasa.

"Tidak, kami tidak mempertimbangkan (kemungkinan untuk keluar dari perjanjian itu)," kata Ryabkov.

Dia juga mengatakan bahwa pembocoran informasi oleh AS tentang pembicaraan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dengan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Presiden Rusia Yury Ushakov tidak bisa diterima, karena kedua pihak sepakat untuk merahasiakannya.

AS belum memberikan bukti apa pun atas tuduhannya bahwa Rusia berencana mengerahkan senjata nuklir ke luar angkasa, kata Ryabkov.

Baca juga: Dituduh AS, Rusia bantah kembangkan senjata nuklir di luar angkasa
Baca juga: Rusia sebut kesiapan tempur nuklir level tertinggi "prioritas utama"


Sumber: Sputnik
 

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2024