Bali (ANTARA) - Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mendukung inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk merevitalisasi peralatan laboratorium penelitian di perguruan tinggi nasional tahun ini menggunakan produk dalam negeri.

“Revitalisasi itu tentu sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas para peneliti dan kemajuan ilmu pengetahuan,” kata Peneliti Mikroelektronika Fakultas Teknik Elektro ITB Yusuf saat ditemui dalam Pertemuan Bisnis P3DN di Sanur, Bali, Rabu.

Menurut dia, secara umum peralatan laboratorium penelitian di perguruan tinggi sudah tergolong usang sehingga perlu digantikan dengan yang memiliki kecanggihan teknologi terkini.

Tak terkecuali ITB yang membutuhkan pembaharuan peralatan pada salah satu laboratorium power; distribusi dan instalasi listrik AC.

Ia menyebutkan, beberapa peralatan di laboratorium power sering rusak karena usianya yang uzur sehingga memang perlu diganti dengan yang baru.

Di sisi lain, Yusuf pun berharap pelaku industri dari kalangan para pelajar SMK-peneliti dan mahasiswa perguruan tinggi nasional dapat atraktif menyambut inisiasi dari Kemendikbudristek ini.

Ia menilai hal tak lepas sebagai bentuk pembuktian dan eksistensi pendidikan vokasi nasional dalam mendukung peningkatan produk dalam negeri sebagai substitusi impor yang diprogramkan pemerintah.

Baca juga: PCR buatan Ubaya diminati dalam Pertemuan Bisnis P3DN 2024 Bali

"Mikroelektronika ITB pun memiliki komitmen yang sama untuk program ini, jadi mari kita sukseskan bersama," ujarnya.

Rencana revitalisasi peralatan laboratorium itu terpublikasi setelah Kemendikbudristek membuka penawaran terbuka dalam Pertemuan Bisnis atau Business Matching P3DN VII di Sanur, Bali, kemarin (Selasa, 5/3).

Kepala Biro Umum Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbudristek Triyantoro mengatakan revitalisasi peralatan laboratorium tersebut akan dilaksanakan untuk masa pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2024, dengan dana senilai Rp4,7 triliun.

Hal demikian diungkapkan karena Kemendikbudristek memprioritaskan para pelaku industri dalam negeri menjadi pemasok utama rencana revitalisasi tersebut, menyusul target pemerintah untuk kontribusi pemanfaatan produk dalam negeri tahun ini bisa mencapai lebih dari 95 persen.

Baca juga: Komisi X usul formasi khusus guru bahasa daerah pada penerimaan PPPK
Baca juga: Anggota Komisi X DPR RI usul bentuk kementerian makan siang gratis
Baca juga: Komisi X akui bangga atas beragam capaian Kemendikbudristek di 2023


Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024